Warung Remang-Remang Diberangus
|
| Kamis, 21 Juni 2012 | 02:43 WIB |
|
|
|
GRESIK-Untuk menyukseskan Gerakan Gresik Bebas Asusila, Muspika Kebomas mengumpulkan para pemilik dan wanita pelayan warung remang-remang di wilayahnya, bertempat di aula kecamatan setempat, Rabu (20/6).
Camat Kebomas A. Hakam, mengatakan, wilayahnya termasuk daerah perkotaan yang banyak ditunjang sektor industri sehingga berdampak pada gaya hidup bebas masyarakatnya, sehingga memunculkan kecurigaan adanya tempat-tempat prostitusi terselubung.
"Sudah saatnya kami mengambil langkah preventif dengan cara mengajak dialog para pemilik dan penunggu warung yang selama ini ditengarai telah mengganggu ketertiban warga sekitarnya," ujar Hakam didampingi Kapolsek dan Danramil Kebomas.
Menurut dia, usai acara sosialisasi itu pihaknya bersama jajaran terkait akan turun menertibkan warung-warung yang selama ini menuai protes warga. Di antaranya warung-warung remang yang berjejer di Pujasera, Bundaran GKB.
"Warga Desa Randuagung sebenarnya sudah melaporkan keresahan mereka ke kami mengenai keberadaan warung remang-remang di Pujasera. Warga di sana sudah merasa terganggu dengan hingar bingarnya suasana malam Pujasera," ungkap Camat Kebomas.
Setelah diimbau dengan cara persuasif tapi pemilik dan penunggu warung tetap membandel, maka apa boleh buat, tegas camat, pihaknya akan bertindak tegas sesuai peraturan daerah yang berlaku. did