menu.jpg
 
Ruko Pijat Simphony Tunjungan Siapkan Cewek Oke-oke

Layanan seks di Surabaya benar-benar lengkap. Jika di lokalisasi Dolly ada cewek-cewek yang melayani sahwat pria secara instan, di tempat lain malah ada cowok-cowok yang siap memuaskan tante-tante. Bahkan, ada pria yang bersedia melayani kaum homo. Namun, untuk edisi kali ini, Surabaya Pagi akan menguak praktik bobo-bobo siang (BBS), yang biasanya dilakukan di panti pijat dan hotel. Yang paling ramai adalah Ruko di Jl. Tunjungan dekat Hotel Mojopahit, yang dikenal ‘’Pijat Simphony’’. Lokasi pijat ini sudah lama dikenal di kalangan lelaki hidung belang. Pengusahanya dikenal di kalangan pejabat kepolisian dan Pemkot Surabaya. Makanya usahanya aman-aman saja, meski berpraktek prostitusi di tengah kota sejak puluhan tahun yang lalu.

Tim, SURABAYA

Sudah bukan rahasia lagi, jika sejumlah panti pijat atau spa di Surabaya menyediakan layanan plus . Tak hanya menikmati pijatannya yang aduhai, tapi tubuh si therapis atau pemijatnya juga bisa dinikmati. Tak heran tempat ini diserbu pria-pria pemburu kenikmatan untuk BBS, lantaran panti pijat dan spa ini banyak operasional di siang hari. Biasanya mereka buka antara jam 10.00-12.00, dan ada yang buka hingga pukul 23.00 malam.

Tentu saja, si pemilik panti pijat atau spa membungkus praktik ini dengan berbagai kedok. Ada yang berkedok izin salon, spa, pijat kesehatan, dan sejenisnya. “Kalau untuk ijin usaha esek-eseknya ya jelas tidak. Izin usaha mereka ya bisnis pijet, atau salon. Tetapi itu hanya kedok belaka,” ucap seorang pengacara yang tak mau disebut namanya.

Tempat ini, lanjutnya, sudah menjamur di Surabaya. Dalam penelusuran Surabaya Pagi, ada 72 bisnis pijat yang terdaftar di Pemkot Surabaya. Menurut pengacara yang pernah mengantarkan kliennya untuk BBS, di antara tempat pijat atau spa yang favorit di Surabaya adalah Simphony di Jl Tunjungan dan Cosmo di Jl Embong Malang.

Surabaya Pagi pun meluncur ke Pijat Simponi. Jika tak biasa ke sini, bisa-bisa Anda akan nyasar masuk kampung. Sekedar ancer-ancer, lokasinya ruko Jl Tunjungan, sebelum toko sepatu “Bata”, ada gang kecil. Nah, di gang inilah Pijat Simphony berada.

Begitu masuk, sudah terasa nyaman. Ruangannya ber-AC, dengan pemandangan puluhan wanita muda berdandan seksi dan pakaian merangsang langsung menyapa kita. Menurut pegawai di sana, tarif pijat Rp 500 ribu dengan durasi 60 menit. Bayarnya di depan, langsung ke induk semangnya, laki-laki berkacamata memakai jas berdasi. ”Bayarnya langsung disini mas,” ucap laki-laki separuh baya yang menawarkan sambil menawarkan puluhan wanita muda nan cantik tersebut.

Fasilitas di kamar lumayan enak. Bednya king size, ada sofa dan cermin, juga kamar mandi dalam. Menariknya, dengan tarif segitu sudah termasuk kondom dan air mineral. Ternyata, cewek pemijat di sini tak hanya pinter memijat. Tapi, juga jago melayani sahwat pria.

Seperti pengalaman Edo, bukan nama sebenarnya, seorang kontraktor di Surabaya. Saat itu dia memilih cewek yang mengaku bernama Lala. Wajah perempuan asal Bandung dan mengaku berusia 21 tahun ini mirip Dinda Kanyadewi, bintang film “Kawin Kontrak”. Karena itulah, Edo membooking cewek ini. Apalagi, kulitnya putih dan ada tatonya di pusar.

“Wah layanannya benar-benar hot. Belum apa-apa sudah nyosor (cium). Mau oral juga. Yang bikin gak kuat lagi, itu lho…lidahnya ditindik. Bikin maknyuss…,” cerita pria berkumis ini sembari tertawa. n

Berita lainnya
Pdt Aswin Dituding Pendeta Palsu
Konflik Keluarga Pdt. Alex Memecah...
Pdt Alex dan Aswin Permalukan Umat...
Perusahaan Dimerger, Karyawan Fina...
Jadi First Lady, Bagaimana Perasaa...
Kompol Simamora Berlebihan
KBS Tambah Bayi Anoa
Rekonstruksi Bethany Ricuh
Harta, Saiful Ilah - Sambari Berli...
Penataan Videotron Masih Rusak Lin...
Bapak Bethany Tersangka
Tokoh NU Juga Gundah Atasi FPI
Mau Lengser, SBY Unjuk Kekuatan
Buruh Minta Upah Naik 30%
Sukses Korban Lapindo Bisnis Pepay...
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  90