Golkar Tolak Penundaan Pilgub
|
| Kamis, 2 Agustus 2012 | 03:11 WIB |
|
|
|
SURABAYA – Munculnya wacana Menteri Dalam Negeri akan menunda pemilihan gubernur Jatim hingga 2015 ditentang petinggi Partai Golkar. Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Syarif Tjitjip Sutardjo mengaku tidak setuju dan tetap digelar sesuai rencana.
Tjitjip mengatakan jika Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tetap memaksakan bisa mengundang berbagai masalah. Cicip mengatakan beberapa masalah yang bisa
ditimbulkan mulai dari masalah sosial, administrasi, politik atau yang
lainnya. “Saya tidak mau berprasangka buruk pada Mendagri apakah punya
kepentingan dibalik itu, tapi tidak lama lagi akan ada ketentuan. Ya sebaiknya pilgub Jatim sesuai rencana awal,” kata Cicip disela Sahur Bareng di Tambak Sumur, Waru kemarin.
Untuk menghindari semua masalah itu, Cicip menghendaki supaya Pilgub Jatim dikembalikan pada renacana awal saja. Untuk diketahui KPU Jatim memang belum menentukan kapan pelaksanaan Pilgub, namun sudah ada rencana waktu antara Juni hingga Oktober 2013. “Tapi ini belum ada keputusan mau menerima atau menolak,” ujarnya.
Terkait dengan siapa yang akan diusung pada Pilgub mendatang, Cicip mengaku belum bisa memutuskan. Sebab untuk mengusung seseorangharus mengacu pada mekanisme, salah satunya melalui lembaga survey. Survey inilah yang nantinya sedikit banyak akan menentukan calon yang akan diusung.
Dia juga menandaskan calon dari dalam partai yang lebih diutamakan. Akan tetapi ketika hasil survey berbicara lain maka kemungkinan untuk mengusuk calon dari luar partai bisa saja terjadi. “Kalau pada survey menunjukkan yang menonjol adalah kader
Golkar, maka tetap akan kita dahulukan. Kita melihat bisa saja bergabung dengan partai lain dan bisa juga tidak bersedia bergabung, dan tinggal melihat nantinya,” katanya. rko