menu.jpg
 
Di Warkop Pangku Ceweknya Bisa Diraba-raba dan Diboking

Jika di Surabaya menjamur kafe-kafe yang menyediakan purel, di Sidoarjo lain lagi. Di daerah berjuluk kota Santri ini banyak berdiri Warkop Pangku. Dinamakan demikian, lantaran warung kopi itu menggunakan tenaga beberapa gadis muda sebagai pramusaji layaknya waitress di kafe. Menariknya, gadis muda itu bisa diperlakukan seperti purel. Lho kok?

Usia gadis-gadis di warkop itu antara 18-25 tahun. Umumnya mereka berasal dari luar Sidoarjo. Dengan gayanya yang genit, cewek-cewek itu mau dijawil (dicolek), dicium, hingga dipangku (duduk di atas paha) berlama-lama oleh pengunjung. Karena itu, warkopnya dinamakan Warkop Pangku, jelas Irwan, pemuda asal Sukodono.

Warkop jenis ini jumlahnya banyak dan tersebar hampir di seluruh kawasan kecamatan. Seperti di Kecamatan Sidoarjo kota, Wonoayu, Krian, Taman, Sukodono serta sejumlah kawasan kecamatan lain. Untuk menemukan warkop jenis ini cukup mudah. Layaknya sebuah kafe, warkop ini memiliki sebuah ruangan sebagai tempat kasir maupun dapur untuk memasak kopi maupun mi instan. Sedangkan pengunjung ditempatkan di bilik-bilik yang didirikan berjajar. Jumlahnya bisa sampai belasan bilik.

Irwan sendiri mengaku sebagai pelanggan setia sebuah Warkop Pangku di Desa Ngaresrejo, Sukodono. Padahal, rumahnya berjarak sekitar 10 kilometer dari lokasi tersebut. Tentu, yang menarik baginya bukanlah rasa kopi yang dijual. Melainkan keberadaan cewek-ceweknya yang bisa dijawil hingga dipangku.

Aroma wangi dari tubuh dan rambut cewek-cewek itu saat dipangku, tentu memiliki sensasi tersendiri. Apalagi tak jarang, bila situasinya memungkinkan, si cewek biasanya juga mau bagian dalam tubuhnya diobok-obok oleh pengunjung. Istilah Suroboyoan-nya dirempon. Tapi kalau melakukan itu harus di tempat yang agak gelap dan tidak diketahui juragannya. Kalau sampai ketahuan, mereka akan dimarahi, tuturnya.

Lantaran bisa diperlakukan seperti itu, tentu bukan hal sulit untuk mengajak cewek Warkop Pangku berhubungan badan. Meski begitu, modus cewek Warkop Pangku cukup berbeda dengan cewek cabutan. Sebab umumnya, mereka berangkat dari latar belakang ekonomi yang pas-pasan. Sehingga untuk sampai ke sesi itu, imbalan tetap jadi tujuan utama. Kecuali, jika yang mengajak adalah pacarnya sendiri.

Tapi ada juga cewek warkop yang tidak mau diajak begituan. Hanya mau dipangku dan diraba-raba, ungkap Irwan. Karena itulah, pemuda yang akrab disapa Sempleh itu mengatakan Warkop Pangku bisa dibilang prostitusi terselubung. Meski, imbalan yang
diberikan pengunjung tak ada yang masuk ke kantong pemilik warkop.

Sebab untuk dibooking, biasanya harus dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Tak boleh tahu juragannya. Berapa kocek yang keluar untuk membooking cewek Warkop Pangku? Ada beberapa teman yang pernah membooking. Katanya cewek-cewek itu minta dibayar Rp 200 ribu kalau diajak keluar. Waktunya mulai warungnya tutup, sampai habis subuh,
jelasnya.

Lantaran waktunya sangat terbatas, nyaris tak ada yang membawa cewek-cewek itu ke hotel atau losmen. Biasanya, mereka diajak ke tempat sepi seperti areal persawahan atau rumah pembooking maupun temannya yang bisa digunakan bermasyuk ria. Sehingga tak jarang, meski yang membooking hanya satu orang, sang cewek harus mau melayani
beberapa lelaki. Saya pernah diajak main ramai-ramai begitu tapi saya tidak mau, ungkap Sempleh, yang mengaku hingga detik ini masih perawan. (ded/bersambung)

Berita lainnya
Ayam Kampus Rp 3,5 Juta, Cewek Sal...
Emoh dengan Pria Lokal, Lebih Nyam...
Sewa Villa Berkelompok, Jajakan Di...
"Saya Hanya Bisa Puaskan Tamu…”
“Kita tak Pernah Layani Plus-plu...
Stadium Masih Nekat Buka
Ada Tarian Erotis, Heaven Akan Dis...
Dugem Stadium Ditutup, Heaven Dibi...
PSK Online Berstatus Mahasiswi dan...
Prostitusi Untuk Pejabat
Model Rp 25 Juta
"Enak Kerja Sendiri, Semuanya Masu...
MUI Minta NAV-Hotel ‘Maumu’ Di...
Ditangkap, Purel NAV dan Hotel “...
Karaoke NAV dan Hotel ‘’Maumu...
  Komentar Anda :
  Nama * :   Email * :
  Komentar * :
  » :: Disclaimer
   
Auto Loading Records
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  90