menu.jpg
 
Satu Koperasi Bisa Kejar Omset Rp 6 Triliun

SIDOARJO - Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Koperasi dan UMKM se-Jawa Timur di Sidoarjo kemarin (28/2) bakal dijadikan momentum kebangkitan ekonomi. Salah satunya adalah mengangkat koperasi di Jatim agar mencapai omset tertinggi.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Timur, Dr Ir H RB Fattah Jasin mengatakan, Rakorda 2012 ini merupakan sebuah momentum yang sangat strategis. Karena di tahun ini Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mencanangkan program besar, dengan agenda kebangkitan ekonomi serta revitalisasi koperasi dan UMKM. “Maka Rapat korrdinasi ini adalah perpaduan yang akan mensingkronkan program-program untuk membangkitkan koperasi di Jawa Timur. Dengan cara koordinasi, integrasi, sinkronisasi, monitoring dan evaluasi (KISME),” jelas Fattah Jasin, disela Rakorda di hotel Suncity Sidoarjo, kemarin.

Ditekankan Fattah, saat ini koperasi di Jawa Timur sudah luar biasa, bahkan pembinaan juga luar biasa. Fattah mencontohkan ada Koperasi jasa keuangan di Sidogiri, Pasuruan omsetnya mencapai Rp 1,8 T tahun 2011 dan sebelumnya tahun 2010 mencapai Rp 900 miliar. “Artinya ada kenaikan omset hingga 100 persen lebih, ini luar biasa,” kata mantan Kepala Dinas Perindustrian dan perdagangan Jatim ini. Omset ini melewati rekor sebelumnya yang dimiliki koperasi warga Gresik dimana omsetnya pernah mencapai Rp 1,3 T. Kebanggaan ini akan dibawa ke Menteri Koperasi yang sekarang ini sedang menyiapkan lomba koperasi besar tingkat dunia. “Tiga tahun lagi saya harap tidak menutup kemungkinan ada koperasi dari Jatim yang menjadi peserta tingkat dunia. Syaratnya koperasi tersebut memiliki omset Rp 6 Triliun, saya yakin bisa diraih koperasi di Jatim,” paparnya.

Rakorda ini, lanjut Fattah akan merealisasikan program yang sudah ditargetkan untuk 2013. Seperti menampung usulan-usulan yang sangat prioritas dan strategis untuk program nasional yang ada di Jatim. Tentunya melalui dukungan pembiayaan pemerintah. “Itu pasti kita usulkan melalui dana APBN. Selain dari APBD yang sudah ada,” jelasnya.

Dinas Koperasi dan UMKM Jatim akan mencoba formulasikan program strategis seperti apa yang ada perlu didukung pembiayaan. Pihaknya mempunyai wilayah-wilayah pengembangan mikro usaha kecil yang sudah bagus menjadi stretegis nasional. Semisal koperasi di Batu dan Malang. “Karena koperasi itu berkaitan dengan sektor pariwisata, maka akan didukung oleh APBN. Termasuk koperasi souvenir di wilayah Gunung Bromo,” terangnya.

Tentunya, lanjut Fattah, sektor tersebut perlu didukung dengan serius. Misalnya perlu ada ruang pamer di kawawasn wisata yang biayanya tidak sedikit. Maka perlu ada pembiayaan dari APBN. “Di kawasan Suramadu misalnya, kita akan coba semacam ada pasar tradisional atau pasar rakyat. Itu salah satu contoh yang akan kita komunikasikan baik ke pemerintah pusat maupun ke pemerintah kabupaten,” jelasnya.

Ditambahkan Fattah, revitalisasi koperasi akan kita mulai dari lembaga koperasi yang yang sudah ada, lalu melalui jaringan usaha, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan fasilitasi usaha. Hal inilah yang akan dibahas dalam Rakorda tersebut. Rakorda ini diakui Fattah agak lain dari biasanya, tidak hanya kadis-kadis koperasi dari Kabupaten/kota yang hadir. Sesuai arahan Pak Gubernur (Soekarwo, red) seluruh stake holder penggiat koperasi ditambah Mahasiswa dan kelompok usaha termasuk HIPMI juga turut dihadirkan. Hal ini agar koperasi dan UMKM bisa dikembangkan bersama-sama, khususnya untuk menekan angka kemiskinan serta menambah angka pertumbuhan ekonomi Jatim. “Teori yg dipakai simple. Usaha kuat dan besar dilayani dan difasilitasi. Usaha yang kecil digerakkan, usaha mikro di charity lewat bantuan-bantuan,” cetusnya.

Untuk diketahui, hingga 2011 lalu, jumlah Koperasi di Jatim sudah mencapai 29.145 koperasi. Dimana dari jumlah tersebut, 12.000 diantaranya adalah koperasi wanita (kopwan). Dengan total omset seluruh koperasi di Jawa Timur kini mencapai Rp 27 Triliun. “Konsep kopwan di Indonesia ini yang pertama kali, pencetusnya adalah Gubernur Pakde Karwo,” pungkasnya. rko/**

Berita lainnya
Gelar Bazar Ramadhan
Bunga KPR Tinggi, Tren Properti Ja...
Kemenperin: Baja Batangan Wajib SNI
Gelar Expo, BTN Target Rp2,5 Trili...
Air France Kembali Buka Rute Jakar...
Income Tak feasible, Bisnis Mall T...
Kejar FLPP, Kebut Perumahan PNS
Lagi-Lagi, Kemenpera Adukan 100 Pe...
Gara-gara Pemilu, Penjualan Semen ...
Target Raih Penjualan 30 Persen, S...
Meningkat, Travel Agent Kebanjiran...
Positif, Sriwijaya Air Kian Eksplo...
Jokowi – JK Menang, Pengembang T...
Masa Lebaran, PLN Jamin Kebutuhan ...
Serapan Produk Besi Baja Lokal Ren...
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  65