menu.jpg
 
125 Desa Lakukan Pilkades Serentak

TRENGGALEK (Surabaya Pagi) - Pemerintah Kabupaten Trenggalek siap menggelar pilkades serentak pada tanggal 17 Maret 2013. Pesta demokrasi untuk pemilihan kepala desa secara serentak ini digelar kali kedua oleh pemerintah Kabupaten Trenggalek. Pilkades serentak yang pertama digelar tahun 2007 kemarin. Pilkades dilakukan secara serentak ini sangat efektif sekali guna antisipasi bebotoh yang akan mengganggu jalannya pesta rakyat desa tersebut.

Hal ini disampaikan Kepala Bagian Pemerintahan Desa Ardin Nadiek. “Pesta rakyat desa tersebut dilakukan lebih awal dari jadwal yang sebelumnya tanggal 18 april dan sekarang diajukan menjadi 17 maret 2013. Sebanyak 125 desa akan melaksanakan pesta rakyat ( pilkades ) serentak. Namun demikian , agar teciptanya suasana yang aman , kondusif serta tak ada suatu persoalan yang menyebabkan kestabilitas keamanan terganggu,” kata Ardin, Kamis (6/12).

Sementara ini, Pemerintah Trenggalek siap untuk menggelontorkan anggaran untuk pilkades serentak ini. Anggaran dari APBD nanti sekitar Rp. 1,1 miliar lebih yang disediakan pemerintah untuk pilkades serentak yang akan dibagikan ke 125 desa yang melaksanakannya. Untuk Kabupaten Trenggalek ini ada 152 desa dan 5 kelurahan yang nantinya akan melakukan pilkades. Akan tetapi untuk tahab pertama secara serentak diikuti 125 desa, dan untuk selebihnya akan digelar menyusul secara reguler di tahun 2013 ini.

Masih menurut Ardin , anggaran terbagi ada dua bagian penggunaannya yakni; secara administrasi disediakan Rp 3 juta /desa serta untuk bantuan proporsional yang sesuai DPT ( daftar pemilih tetap ) sebesar Rp.1.250,00- maka apabila ditotal keseluruhannya mencapai Rp. 1,1 miliar lebih. Sedangkan saat ditanya soal apa nanti tak ada benturan dengan undang-undang pedesaan yang masih di godog di DPR RI ? iapun menjawab, kita semua sampai saat ini tidak mengetahui tentang isi undang – undang pedesaan yang masih proses tersebut. “Malah nantinya kita yang kena, bila tak segera dilaksanakan pilkades ini dan bertentangan Perda no.4 /2006,” imbuhnya. Har/sg

Berita lainnya
Ganti Rugi Tak Jelas, Warga Hentik...
Dorong Ekonomi Kreatif, Gelar Pawa...
Pasukan Panjar dan Barong Meriahka...
DPRD Trenggalek Sahkan Perubahan A...
Dana Dipotong, Pelaku PNPM Geruduk...
Pemkab Blitar Kembangkan Tembakau ...
Bupati Mulyadi Serahkan SK Remisi ...
Gus Ipul Sentuh Pramuka dengan Tek...
Prosesi Pembukaan Pekan Budaya Dan...
Wagub Syaifulah Yusuf Buka Perkema...
Bapemas Kucurkan Dana Alokasi Desa...
Alun-Alun Trenggalek, Sarana Rekre...
Dewan Desak Maksimalkan Penyerapan...
Belasan Ormas Islam Tolak Raperda ...
Manajemen Bobrok, Ratusan Karyawan...
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  75