tumblr visitor
menu.jpg
 
SBY Siapkan 10 Capres

JAKARTA--MICOM: Juru Bicara DPP Partai Demokrat (PD) Andi Nurpati, menyerukan agar kader-kader Demokrat berhenti mewacanakan capres, termasuk pencalonan Ani Yudhoyono. Jika masih ada kader yang mewacanakan pencapresan Ani Yudhoyono, mereka dianggap menentang kebijakan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sementara SBY Siapkan 10 Capres untuk bertarung di tahun 2014.

"Kader yang terus berwacana sama saja menentang kebijakan SBY sebagai ketua dewan pembina PD," kata Andi Nurpati yang juga Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP PD di Jakarta, Minggu (27/5).

Menurut Andi, kader PD harusnya taat pada mekanisme dan aturan partai. "Bagi kader yang masih mewacanakan pencapresan Ibu Ani, berarti menentang kebijakan Pak SBY yang telah disampaikan ke publik bahwa Ibu Ani tidak akan maju dalam Pilpres 2014," tegas Andi.

Mantan komisioner KPU itu menegaskan wacana pencapresan itu untuk saat ini bisa mengganggu kinerja partai dalam mengamankan berbagai kebijakan pemerintah demi kesejahteraan rakyat. Sementara, penentuan siapa capres yang akan diusung partai itu pada Pilpres 2014 masih menunggu bagaimana hasil pemilu mendatang. Selain itu, masalah tersebut juga menjadi kewenangan majelis tinggi partai.

"PD akan memutuskan Capres 2014 kemungkinan menunggu hasil pemilu legislatif 2014. Kewenangan Majelis Tinggi PD yang diketuai SBY yang akan memutuskan capres dan cawapres PD," ucapnya.

Oleh karena itu, lanjut Andi Nurpati, mekanisme pencapresan yang sudah menjadi aturan partai harus dipatuhi semua kader partai berlambang mercy itu. "Kader harus menghormati dan taati aturan tersebut sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART)," ujarnya.

Hal sama juga diungkapkan Ketua Komisi Pengawas Partai Demokrat (PD) TB Silalahi. Menurutnya, semua kader PD harus menunggu keputusan final pencapresan PD. "Yang memperhatikan ada kader-kader yang atas nama pribadi mengusung Ibu Ani. Di Partai Demokrat nggak boleh suara pribadi. Karena suara kader itu suara partai. Itu menunjukkan tidak disiplin. Saya sudah menyampaikan kepada kader agar berhenti berpolemik ini, soalnya di antara kader saja ada yang mendukung ada yang tidak," kata Silalahi di Kantor DPP PD, Jakarta, Minggu (27/5).

TB Silalahi mengungkapkan SBY sudah mengantongi 10 nama untuk dimajukan sebagai capres PD. "Paling cepat permulaan 2013 baru kami mengeluarkan siapa calon presiden Partai Demokrat. Dewan Pembina sudah mengantongi 10 orang dikantong beliau namanya. 10 orang ini masih kita kembangkan. Jadi untuk ini belum ada yang definitif," beber Silalahi.

Menurut Silalahi, bisa jadi salah satunya adalah Ani Yudhoyono. Namun di melarang setiap kader PD untuk mewacanakan pencapresan Ani dari sekarang. "Bisa saja ada nama Ibu Ani, tidak etis kader memunculkan nama itu. Partai ini kan punya strategi. Kapan dimunculkan. Kalau Ibu Ani dimunculkan ke depan kita harus yakin," pungkas Silalahi.

Sebelumnya, Ketua Divisi Komunikasi dan Informatika Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengklaim 99 persen kader Demokrat mendukung Ani Yudhoyono untuk maju dalam bursa pemilihan presiden pada 2014 mendatang. Meskipun partainya belum memutuskan siapa yang akan diusung pada pemilihan presiden 2014 mendatang, Ruhut menganggap Ani Yudhoyono sangat cocok diusung oleh partainya.

"Banyak kader kami yang bagus. Tapi saya menganggap Bu Ani merupakan kader terbaik. Banyak prestasi-prestasi yang dia raih. Pengalaman dia mendampingi Pak SBY adalah salah satunya," kata Ruhut.

Sementara itu, Ani Yudhoyono yang hadir pada Peringatan Hari Lahir Fatayat NU ke-62 meminta agar lebih banyak lagi perempuan yang masuk ke politik. Alasan Ani, dengan adanya perwakilan perempuan, kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dapat lebih progender terhadap perempuan. Ucapan dan keinginan Ani tak pelak dikaitkan dengan isu pencapresan dirinya pada 2014 mendatang. Terlebih Ani berbicara di depan organisasi Fatayat NU yang memiliki keanggotaan 6 juta orang. n jk/at

Berita lainnya
RUU KUHAP Matangkan Peran Hakim Pe...
MK: Hutan Adat Bukan Milik Negara
Pendidikan (miskin) Budaya
DPR Tak Berwenang Seleksi Hakim Ag...
Mahasiswa Uji Materi Empat Undang-...
Hakim ‘Playboy’ Akan Diseret k...
Rawan Penyelewengan Anggaran oleh ...
Dewan Pers dan LPSK Siapkan Pedoma...
Membangun Transportasi Air di Sura...
Pertanggungjawaban Pidana Korporas...
Memelihara Kestabilan Harga Sembak...
Indonesia Perlu Buat UU Perlindung...
Wanita di Kasus Korupsi Cenderung ...
Bangsa (lupa) Pemikirnya
Guna-Guna Politik Jelang Pemilukada
Potensi Jawa Timur :
  • Kab. Bangkalan
  • Kab. Banyuwangi
  • Kab. Blitar
  • Kab. Bojonegoro
  • Kab. Bondowoso
  • Kab. Gresik
  • Kab. Jember
  • Kab Jombang
  • Kab. Kediri
  • Kab. Lamongan
  • Kab. Lumajang
  • Kab. Madiun
  • Kab. Magetan
  • Kab. Malang
  • Kab. Mojokerto
  • Kab. Nganjuk
  • Kab. Ngawi
  • Kab. Pamekasan
  • Kab. Pasuruan
  • Kab. Pacitan
  • Kab. Ponorogo
  • Kab. Probolinggo
  • Kab. Sampang
  • Kab. Sidoarjo
  • Kab. Situbondo
  • Kab. Sumenep
  • Kab. Tuban
  • Kab. Tulungagung
  • Kab. Trenggalek
  • Kota Batu
  • Kota Blitar
  • Kota Kediri
  • Kota Madiun
  • Kota Malang
  • Kota Mojokerto
  • Kota Pasuruan
  • Kota Probolinggo
  • Kota Surabaya
  • Copyright © 2012 surabayapagi.com