menu.jpg
 
Usai Operasi Hernia, Balita Asal Gresik Lumpuh, Tuli dan Buta

Rumah sakit swasta RS Siti Khadijah yang beralamat di Jl Sepanjang, Sidoarjo, dilaporkan melakukan malpraktek ke Komisi E DPRD Jawa Timur, Senin (3/10). Pasalnya, seorang pasien menderita lumpuh, bisu dan buta usai menjalani operasi hernia di rumah sakit swasta tersebut. Bagaimana hal itu terjadi? Berikut laporan wartawan Surabaya Pagi.

Pasien yang diduga menjadi korban malpraktek itu bernama Ahmad Fatih Asifak, usia dua tahun, asal Desa Banyuurip, Kecamatan Kedamean, Gresik. Fatih tiba-tiba menderita lumpuh, buta dan bisu, setelah menjalani operasi hernia di RS Siti Khodijah, Juli lalu. Akibat hal ini, keluarga korban melaporkan masalah ini ke DPRD Jatim.

Menurut Ruminan dan Nur Solimah, orang tua Ahmad Fatih Ruminan, penderitaan anaknya sudah terjadi sejak Juli lalu. Saat itu, dirinya mengobatkan anaknya, setelah didiagnosa terkena penyakit hernia. Sebagai orang tua, dirinya langsung mengikuti petunjuk rumah sakit untuk melakukan operasi hernia. “Karena didiagnosa anak saya menderita hernia, saya setuju saran rumah sakit untuk operasi,” jelas Ruminan, usai bertemu komisi E DPRD Jatim, kemarin.

Sebelum dioperasi, Ahmad Fatih mendapat obat. Saat obat dimasukkan dalam tubuh Ahmad Fatih, ternyata tubuh anak laki-laki tersebut langsung kejang-kejang dan beberapa saat kemudian lemas. “Saat diberikan obat, ternyata tubuhnya kejang-kejang dan lemas,” tutur Ruminan dengan mata berkaca-kaca.

Sejak itu, beberapa bagian organ tubuh anaknya tidak berfungsi, seperti matanya, tidak bereaksi meski ada gerakan di depannya. Padahal sebelum dilakukan pengobatan, kondisi Ahmad Fatih masih normal. Setelah menjalani perawatan beberapa hari, kondisi Ahmad Fatih tidak juga membaik. Sehingga, dirinya membawa putranya tersebut berobat ke RS dr Soetomo. “Di RS Soetomo sudah dilakukan pengobatan, namun tidak ada 1,5 bulan tidak ada perkembangan,” terang dia.

Selama menjalani operasi dan perawatan, Ruminan dan Nur Solimah mengaku sudah mengeluarkan biaya cukup besar. Padahal, keduanya tergolong orang tak mampu. Biaya pengobatan diambilkan dari penghasilannya sebagai buruh pabrik produksi karbit.

Untuk biaya operasi dan pengobatan di RS Khodijah, lebih dari Rp 6 juta. Namun, pasca operasi di rumah sakit tersebut, anaknya malah tak sadarkan diri dan mengalami kejang-kejang. Sementara saat dirawat di RSU dr Soetomo, keluarga ini mengeluarkan biaya sekitar Rp 7 juta. Belum obat-obatan selama di ruang ICU yang lebih dari Rp 2,8 juta. Belum lagi biaya-biaya lainnya serta obat-obatan yang tidak masuk dalam program jaminan pengaman sosial (JPS).

Karena itulah, pihaknya mengadukan persoalan ini ke Komisi E DPRD Jatim. Sudah habis cukup banyak, tapi anaknya maalah lumpuh, tuli dan buta. “Saat ini, kami membawa korban ke rumah sakit Dr Soetomo untuk mendapat pengobatan. Terkait proses hukum, karena dugaan malpraktek, kami selaku kuasa hukum korban akan tetap melanjutkan. Agar kejadian ini, tidak lagi terjadi pada pasien atau masyarakat lain,” ucap Soleh SH, kuasa hukum Ruminan dan Nur Solimah.

Anggota Komisi E DPRD Jatim, H Hery Prasetyo menyampaikan, pihaknya meminta agar korban segera mendapat perawatan medis sampai sembuh. Karena itu, dirinya melakukan koordinasi dengan direktur RS Dr Soetomo, Dr Dodo Anando untuk memberikan pelayanan pengobatan. “Kita sudah koordinasi dengan rumah sakit RSUD dr Soetomo agar segera melakukan pengobatan, karena sebagai keluarga tidak mampu mendapat hak dari jamkesmas maupun jamkesda,” urainya.

Terkait persoalan dugaan malpraktek, seperti dilaporkan korban dan kuasa hukumnya, lanjut politisi asal Fraksi Partai Demokrat (FPD) Jatim ini, pihaknya tidak akan menghalang-halangi. Pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Dinkes Jatim untuk meminta klarifikasi managemen RS Siti Khodijah Sepanjang tersebut. “Jangan sampai, mendiagnosis seenaknya, agar tidak merugikan masyarakat,” terang Hery Prasetyo.

Sementara itu, pimpinan RS Siti Khodijah tidak bisa dikonfirmasi. Alasannya, manajamen sedang meeting. "Masih rapat. Saya kurang tahu selesainya sampai jam berapa," ujar Dani, petugas bagian pendaftaran. n rko

Berita lainnya
Perusahaan Dimerger, Karyawan Fina...
Jadi First Lady, Bagaimana Perasaa...
Kompol Simamora Berlebihan
KBS Tambah Bayi Anoa
Rekonstruksi Bethany Ricuh
Harta, Saiful Ilah - Sambari Berli...
Penataan Videotron Masih Rusak Lin...
Bapak Bethany Tersangka
Tokoh NU Juga Gundah Atasi FPI
Mau Lengser, SBY Unjuk Kekuatan
Buruh Minta Upah Naik 30%
Sukses Korban Lapindo Bisnis Pepay...
Pdt Aswin Dilawan
Gandeng Korsel, Produksi Pesawat T...
Pdt Aswin Mbalelo
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  83