tumblr visitor
menu.jpg
 
Buat Daya Tahan, Susuilah Bayi Baru Lahir

LAMONGAN - Satu jam usai bayi dilahirkan dianjurkan ibunya untuk menyusui, karena bayi tersebut akan mendapatkan kolostrum yang sangat berperan penting bagi daya tahan tubuhnya. Kalau tidak daya tahan tubuh bayi tidak bisa stabil.

Pernyataan itu disampaikan oleh Nina Soekarwo saat menghadiri Monitoring dan Pembinaan Penanggulangan Gizi Buruk, yang dilakukan oleh Tim Penggerak PKK Propinsi Jawa Timur berlangsung di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan, kemarin (8/5).
Dikatakannya, anjuran ibu untuk menyusui bayinya, karena menurutnya sangat penting ibu-ibu agar menyusui bayinya di saat yang paling pertama dengan air susu ibu (ASI). Karena dari ASI yang keluar pertama kalinya ini mengandung kolostrum untuk daya tahan tubuh bayi.

"Saat Ibu menyusui pertama kalinya, seringkali Ibu berpikir bahwa ASI ibu tidak keluar. Namun tetap teruskan menyusui, karena bayi Ibu akan mendapatkan kolostrum yang sangat berperan penting bagi daya tahan tubuhnya,"katanya.

Kolostrum sendiri adalah ASI yang keluar pertama kali yang berwarna kekuningan dan kental. Cairan ini banyak mengandung antibodi penghambat pertumbuhan virus dan bakteri, protein, vitamin A dan mineral sehingga sangat penting untuk segera diberikan pada bayi begitu lahir.
Ditambahkan olehnya, perhatian terhadap faktor gizi dapat menentukan perubahan besar dalam peningkatan mutu kehidupan manusia secara menyeluruh."Kami melakukan kunjungan kerja ke Lamongan untuk berbagi sekaligus memberikan pemahaman terhadap pentingnya asupan gizi. Khususnya kepada ibu hamil dan balita,"kata Nina, istri dari Gubernur Jawa Timur Soekarwo itu.

"Susuilah bayi untuk satu jam pertama sejak kelahirannya dengan ASI," katanya. Dia juga menyampaikan bahwa pembentukan kecerdasan otak anak dimulai pada usia 0 sampai 4 tahun yaitu sebesar 50 persen dan selanjutnya 4 sampai 8 tahun sebesar 30 persen.
Bupati Lamongan Fadeli dalam sambutannya mengungkapkan, di Lamongan pada tahun 2011 terdapat balita dengan berat badan sangat kurang sebanyak 1.011 balita, atau 1,4 persen. Jumlah ini adalah peringkat ke-20 di Jatim. Sementara sampai dengan bulan februari tahun 2012, jumlah balita dengan berat badan sangat kurang di Lamongan berjumlah 668 balita atau mencapai 1,1 persen.jr

Berita lainnya
Resmikan RSUD dan Klinik VCT Buat ...
Pencandu dan Pengguna Bisa Rehab d...
Dua Teladan Kesehatan Asal Gresik
Mahasiswa Peduli AIDS Sidoarjo Ter...
Banyak Pasien Terlantar di RSUD dr...
Ribuan Balita Ditimbang Serentak
Hati – hati Jajanan Sekolah Meng...
PNS Dinkes Jalani Tes Urine
Virus H7N9 Tidak Ditemukan, Tapi T...
Lambat Ditangani, Pasien Jampersal...
30 Persen Anak di Jatim Mengalami ...
Penderita HIV/AIDS Bertambah, KPA ...
Kartu Jamkesmas Lama Masih Bisa Di...
Pemkot Waspadai Penyebaran Flu Ung...
Beberapa Hal Tentang Ibu Hamil
Potensi Jawa Timur :
  • Kab. Bangkalan
  • Kab. Banyuwangi
  • Kab. Blitar
  • Kab. Bojonegoro
  • Kab. Bondowoso
  • Kab. Gresik
  • Kab. Jember
  • Kab Jombang
  • Kab. Kediri
  • Kab. Lamongan
  • Kab. Lumajang
  • Kab. Madiun
  • Kab. Magetan
  • Kab. Malang
  • Kab. Mojokerto
  • Kab. Nganjuk
  • Kab. Ngawi
  • Kab. Pamekasan
  • Kab. Pasuruan
  • Kab. Pacitan
  • Kab. Ponorogo
  • Kab. Probolinggo
  • Kab. Sampang
  • Kab. Sidoarjo
  • Kab. Situbondo
  • Kab. Sumenep
  • Kab. Tuban
  • Kab. Tulungagung
  • Kab. Trenggalek
  • Kota Batu
  • Kota Blitar
  • Kota Kediri
  • Kota Madiun
  • Kota Malang
  • Kota Mojokerto
  • Kota Pasuruan
  • Kota Probolinggo
  • Kota Surabaya
  • Copyright © 2012 surabayapagi.com