menu.jpg
 
Layani di Kos-kosan, Tarif Minta Rp 400 Ribu

Siapa bilang pekerja seks komersial (PSK) Dolly pulang kampung semua. Diam-diam mereka masih melayani pria hidung belang. Hanya saja, tempat eksekusi bukan di wisma. Juga tidak di hotel. Melainkan di kos-kosan. Lho kok?

Pemilik wisma di lokalisasi Dolly maupun Jarak memang mematuhi tutup selama bulan Ramadhan. Namun, tidak dengan para PSK di sana. Sejak awal Ramadhan lalu, para penjaja seks ini hidup berbaur dengan para pekerja malam lainnya di kos-kosan yang tersebar di sekitar lokalisasi. Kos-kosan ini dikenal bebas.

Pantauan di lokalisasi, tadi malam, wisma-wisma di sana memang tutup. Gang Dolly yang biasanya hangar bingar, kini sunyi senyap. Hanya beberapa warga yang memanfaatkan untuk jualan makanan di sana. Bahkan, sejumlah anak-anak dan pemuda kampong memanfaatkannya untuk lahan sepak bola.

Tapi coba diamati lebih seksama. Di sepanjang jalan Jarak, ada beberapa pria bergerombol di depan wisma. Sepintas, mereka hanya cangkruk sambil rokokan. Tapi sejatinya, mereka adalah makelar perempuan yang melayani pria hidung belang saat puasa Ramadan. Cari cewek ya, mas, ucap pria itu saat Surabaya Pagi menghampiri.

Pria yang belakangan disapa Brewok ini lantas bertanya, Dibooking di hotel atau main di kos-kosan? Lantas pria satunya menyarankan agar main di kos-kosan saja. Alasannya, di hotel rawan grebekan.

Saat ditanya tarif, ternyata cukup tinggi. Mereka meminta Rp 400 ribu. Padahal, di wisma hanya berkisar antara Rp 100 ribu-125 ribu. Itu pun masih minta tambahan Rp 20 ribu dengan alasan uang keamanan. Dengan alasan tak cocok harga, wartawan koran ini memilih pergi.

Jarwo, pemilik warung kopi di kawasan Dolly mengatakan, sebagaian PSK Dolly memilih untuk tinggal di rumah-rumah kos di sekitar Dolly. Mereka mencoba memanfaatkan waktu sebelum lebaran untuk mengais rezeki. "Akeh mas sing sik nang Suroboyo. Onok sing kos, onok sing kontrak omah bareng-bareng (Banyak yang masih di Surabaya mas. Ada yang kos, dan ada yang sewa rumah bareng-bareng, red)," ungkapnya.

Berdasar informasi dari lingkungan sekitar lokalisasi Dolly, kos-kosan atau rumah kontrakan yang dihuni PSK tersebut berada di Dukuh Kupang, Putat Jaya, Kupang Gunung, dan sekitar Tempel Sukorejo. n

Berita lainnya
Stadium Masih Nekat Buka
Ada Tarian Erotis, Heaven Akan Dis...
Dugem Stadium Ditutup, Heaven Dibi...
PSK Online Berstatus Mahasiswi dan...
Prostitusi Untuk Pejabat
Model Rp 25 Juta
"Enak Kerja Sendiri, Semuanya Masu...
MUI Minta NAV-Hotel ‘Maumu’ Di...
Ditangkap, Purel NAV dan Hotel “...
Karaoke NAV dan Hotel ‘’Maumu...
Ada Karaoke Plus Hotel Short-Time
Bos Karaoke ‘Kibuli’ Pemkot
Surabaya Kota Maksiat
10 Tahun Jadi Lesbi, Kini Nani Dij...
Diperlakukan Kasar, Vicky Jadi Les...
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  92