menu.jpg
 
Majikan Darmo Permai Siksa Pembantu

SURABAYA – Sungguh tidak manusiawi apa yang dilakukan Tan Fang May (47) beserta suami, anak dan menantunya. Majikan satu keluarga yang tinggal di Jalan Darmo Permai Selatan, Surabaya itu tega menyiksa pembantu dan baby sitter-nya seperti binatang. Mereka menganiaya mulai dengan cara memukul, menyiram air panas hingga mengikat kaki korban dengan rantai. Tragisnya, penyiksaan secara terus menerus itu dilakukan selama enam bulan. Tragisnya, mereka selama 7 bulan tidak digaji.

Tiga korban penyiksaan itu diketahui bernama Marlina (17) dan Dwi Fitri Noryani (19), keduanya warga Kecamatan Singgahan, Kab. Tuban. Keduanya sebagai pembantu rumah tangga (PRT). Sedang satunya lagi, Sulasmi (16) warga Jalan Karang Tembok Surabaya sebagai baby sitter.

Sementara tersangkanya langsung dijebloskan ke tahanan Polrestabes Surabaya, Minggu (22/5). Mereka adalah Tan Fang May (47), Edy Budianto (50), Ezra Tantoro (27) dan Roni Agustin (32). Menariknya, Roni Agustin berprofesi sebagai dokter.

Terungkapnya kasus ini berawal dari Tan Fang May yang melaporkan pembantunya mencuri barang-barang miliknya. Namun setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif, polisi tidak menemukan adanya pencurian yang dilakukan para pembantu tersebut. Petugas malah menemukan luka lembam di tubuh korban. Ternyata, luka tersebut akibat penganiayaan oleh majikannya.

Seketika itu pula, para korban membuat laporan adanya penganiayaan serta perampasan hak mereka berupa gaji yang tidak pernah dibayarkan. “Korban berkerja sudah tiga tahun sering dianiaya dan disiksa. Dan selama 7 bulan terakhir tersangka tidak pernah memberikan hak, yakni berupa gaji terhadap korban,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Anom Wibowo di Mapolrestabes Surabaya, kemarin (22/05). Gaji per bulan tiga korban itu sebesar Rp 400 ribu per bulan.

Seperti dialami Marlina. Gadis yang masih di bawah umur ini dipukul, disiram air panas tubuhnya dan diikat serta dirantai seperti binatang anjing. Ulah tidak manusiawi ini dilakukan secara perorangan dan kadang kala dilakukan pelaku secara bersama sama.

Lebih parah lagi, korban disekap di kamar mandi sejak pukul 16.00 sore sampai 07.00 pagi. Tidak hanya itu. Tiga korban itu juga setiap harinya dipaksa makan makanan yang telah membusuk dan dipaksa minum air bekas cucian peralatan dapur kotoran. Jika menolak, mereka langsung dipukul. Tragisnya, korban ini juga disuruh tidur dengan anjing dengan kaki dirantai di pekarangan rumah tanpa alas.

Dari pemeriksaan, Marlena mengalami luka paling parah. Kaki dikanannya harus dioperasi karena adanya penggumpalan darah. Jika tidak dilakukan operasi, dia mengalami pembusukan dan harus diamputasi.

“Korban ini dituduh mempunyai utang Rp 9 juta, karena setiap barang rusak korban harus mengganti. Begitu juga jika makan atau minum air putih berlebihan, korban juga diminta untuk membayarnya,” jelas Anom Wibowo.

Selain menangkap tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti yang sering digunakan pelaku untuk melakukan penganiayaan. Yakni, 1 buah sutil penggorengan, 1 buah tutup termos air panas, 1 potong kain yang dipakai untuk membungkam mulut korban, 1 utas tali rafia, 1 utas rantai untuk anjing, 3 buah sapu lidi, dan sepasang sandal jepit.

Tan Fang dan keluarganya dijerat pasal berlapis. Yakni Pasal 80 UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, Pasal 44 UU RI No 23 tahun 2004 tentang PKDRT, dan Pasal 88 UU RI No 23 Tahun perlindungan anak yang akan dikenakan hukuman diatas 10 tahun lebih. n bi

Berita lainnya
Polda kok Cuma Gerebek Prostitusi ...
Perawani Siswi SMP, Pria Malaysia ...
Semalam, Arek Mojokerto Bunuh Ayah...
Kajari Bojonegoro Dipolisikan
Edarkan Upal, Ibu dan Anak Dituntu...
Karyawan Diskotek 777 Terancam LDH
7 Bulan Ngendon Kasus Penganiayaan...
Lima Pelaku Curat Dibekuk
4 Pemuda Gilir Siswi SMP di Sawah
Lempari Bus, 4 Bonekmania Diamankan
Ingin Punya Motor, ABG Nyolong
Dicurigai Nyolong Sapi, Kadus Nyar...
Curi Pompa Air, Pengantin Baru Dir...
6 Perusak Pesantren YAPI Divonis 3...
Edarkan Pil, Pemuda Mojosari Dicid...
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  115