menu.jpg
 
Pengembang ‘Sogok’ Warga Rp 1 Miliar

SURABAYA (Surabaya Pagi) – Meski Pakuwon City (PT Pakuwon Jati Group) melakukan reklamasi di pantai timur Surabaya (Pamurbaya), warga yang tinggal di sekitar perumahan mewah itu tak berkutik. Kabar yang berkembang, mereka diam setelah ada gelontoran dana Rp 1 miliar. Benarkah?

Martam, ketua RT 04 RW 02 Kelurahan Keputih, Sukolilo, reklamasi di Pamurbaya sudah terjadi sejak sejak tahun 2005. Sepengetahuan dia, pengembang yang melakukan reklamasi itu PT. Dharmaland dan PT Pakuwon. Apakah pengembang yang lain juga melakukan reklamasi, Martam mengaku tidak tahu. Yang jelas, di kawasan Sukolilo ini terdapat sejumlah komplek perumahan yang berdekatan dengan laut. Selain Pakuwon City, ada Sukolilo Graha Factory, Sukolilo Dian Regency, Diamond, Keputih Permai, City Home dan yang akan dibbangun adalah Hamlet.

“Banyaknya proyek perumahan di sana, tambak di kawasan Sukolilo sekarang hanya 40 persen saja,” tutur Martam ditemui Surabaya Pagi, Minggu (26/8). Dampaknya, lanjut dia, kini dirasakan warga. Yakni, tercemarnya lingkungan warga dan tambak milik warga.

Dengan banyaknya perumahan dan apartemen, menurut Martawam, maka limbah rumah tangga berupa cairan seperti sabun mandi dan sabun cuci mengalir melalui pipa, masuk ke got lalu ke sungai. Kemudian jika banjir rob datang, air sungai yang tercemar itu meluap. Parahnya lagi, air luapan tersebut masuk ke dalam tambak-tambak warga sehingga ikan-ikan di sana banyak yang mati.

Tidak cukup pencemaran air, warga sebenarnya juga merasa terganggu dengan aktivitas pembangunan gedung apartemen dan perumahan. Sebab, hampir 24 jam tidak berhenti. “Kebisingan dan adanya alat berat sangat mengganggu. Rumah-rumah warga di daerah Pamurbaya khususnya Sukolilo banyak yang retak akibat getaran yang ditimbulkan lalu lalangnya alat berat di kawasan pembangunan apartemen,” aku Martam.

Meski merasa terganggu, lanjut dia, warga sekitar tidak menuntut ke pengembang. Alasannya, warga tak memiliki bukti kuat hak kepemilikkan tanah. Sebab tanah-tanah yang ditempati warga di daerah Sukolilo, memang tidak ada sertifikat resmi. “Daripada mereka digusur mereka memilih diam. Walaupun sebenarnya kondisi mereka juga tidak lebih baik,” ungkapnya.

Meski begitu, dia mendengar ada pengembang yang memberikan dana kompensasi sebesar Rp 1 miliar. Setelah warga tahu, mereka menuntut dana tersebut pada LKMK (Lembaga Ketahanan Masyarakat Kelurahan). Namun, warga hanya mendapat ganti rugi Rp 25 juta saja, yang kemudian dibagikan untuk warga sekitar Keputih yang berjumlah 100 KK. Dari jumlah itu, Rp 200 ribu untuk warga kampung asli Sukolilo dan Rp 150 ribu untuk warga pendatang.

“Sisa dana kompensasi yang diberikan pengembang, katanya akan direalisasikan untuk pembangunan pendidikan daerah Sukolilo, misalnya PAUD serta masjid,” aku Martam. Sayang, ia tak mengungkap pengembang mana yang memberikan dana kompensasi Rp 1 miliar tersebut.

Keluhan warga itu tak membuat kaget Prigi Arisandi, Direktur Ecoton (Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi). Sebab dalam pengamatannya, reklamasi di Pamurbaya terjadi sejak tahun 1991. Menurut Prigi, dampak reklamasi bagi warga pesisir adalah hilangnya biota laut dan habitat hewan-hewan pesisir, termasuk burung. “Yang jelas bisa mengurangi paru-paru kota, mempertinggi air laut (pasang), tanah ambles dan banjir meningkat,” ujar Prigi dihubungi terpisah.

Kata Prigi, sebenarnya tidak masalah Pamurbaya dijadikan kawasan bisnis, namun Pemkot Surabaya juga harus tegas mencari solusi untuk tata ruang lingkungan yang lebih baik. Sebab, jika kawasan pinggir dibangun untuk bisnis, maka imbasnya pada naiknya ekonomi masyarakat. Kawasan itu akan ramai dikunjungi orang. Tetapi sebaliknya tengah kota harus diisi dengan ruang terbuka hijau yang lebih luas, sehingga keseimbangan tetap terjaga.

“Intinya pemkot harus jelas, daerah Pamurbaya ingin dijadikan konservasi atau bisnis? Intinya harus bisa mencari solusi untuk setiap keputusan yang diambil. Kalau memang menjadi pusat bisnis, maka harus ada ruang lain yang berfungsi sebagai daerah resapan air,” jelas Prigi. n cw1

Berita lainnya
Semalam, Pabrik di Kalianak Terbak...
Lumpuh, Janda Miskin Butuh Bantuan
Ribuan Orang Ikuti Lari 10 K
Keliling Jual Gula Aren, Bisa Naik...
Pdt. Aswin Belum Jalankan Putusan ...
Jemaat Desak Kasus Pdt Aswin Diper...
Pdt. Aswin Kena Batunya
Masih Ada Pejabat Pemkot Terima So...
Tinggalkan Istana, Ani Yudhoyono S...
Embarkasi Surabaya Tingkatkan Laya...
Asma Kambuh, Jangan Diremehkan!
Jual Sawah untuk Berangkat Haji
Alim Markus ‘Sogok’ MK
Sukses Jadi Motivator Dunia
Suhu Madinah Capai 45 Derajat Celc...
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  68