menu.jpg
 
Proyek Pasar Turi Keganjel Izin Amdal

Surabaya – Meski tak juga ada aktifitas yang terlihat di lahan Pasar Turi, namun Pemkot Surabaya mendeadline pembangunannya harus selesai dua tahun. “Tetep rong taun. Gak onok perubahan, ket penyerahan wulan Oktober wingi. Rong taun, Pasar Turi kudu mari (Tetap dua tahun. Tidak ada perubahan. Sejak penyerahan lahan Oktober lalu. Dalam dua tahun pembangunan Pasar Turi harus selesai),” kata Asisten II Sekkota Surabaya Mukhlas Udin, kemarin.

Perhitungan waktu ini dihitung sejak pemkot menyerahkan lahan kepada investor. Penyerahan lahan itu sendiri telah dilakukan pemkot pada 10 Oktober 2011 lalu yang dituangkan dalam penandatanganan berita acara yang diteken Wali Kota Tri Rismaharini.

Sejak tanggal tersebut, lahan Pasar Turi seluas 2,6 hektar menjadi kewenangan investor. Tanah itu akan dikelola dalam perjanjian kerja sama selama 25 tahun ke depan. Kerja sama yang disepakati adalah Built Operation Transfer (BOT). Artinya, investor yang membangun Pasar Turi dengan biaya mereka sendiri. Setelah 25 tahun, bangunan itu akan menjadi milik pemkot.

Lantas kenapa sampai sekarang belum ada aktifitas pembangunan? Mukhlas mengatakan masih ada kendala perizinan. “Amdalnya belum selesai. Saya sudah meminta izin amdal dikeluarkan secepatnya,” jawabnya.

Pejabat yang juga dokter ini menjelaskan izin amdal ini berkaitan dengan perizinan yang lain. Jika amdal belum selesai, pembangunan belum bisa dikerjakan karena belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Sebab salah satu persyaratan IMB adalah menyertakan izin amdal. “Saya sudah minta dalam waktu seminggu ini amdalnya selesai,” tambah Mukhlas.

Meski demikian Mukhlas yang juga mantan ketua tim reklame ini mengatakan investor tidak bisa dikatakan belum melakukan kegiatan pembangunan sama sekali. Menurutnya, setelah serah terima lahan, investor sudah mendatangkan paku bumi dan buldoser. Selain itu juga telah dilakukan perataan atau pemadatan tanah.
“Itu sudah kita anggap pekerjaan. Namun setelah IMB keluar, nantinya kami menginginkan start pembangunan dengan pembangunan konstruksi segera dilaksanakan,” terangnya.

Anggota Komisi C DPRD Surabaya Agus Santoso mengatakan pihaknya merencanakan untuk mengundang kembali pihak pemkot dan investor pembangunan Pasar Turi. Tujuannya menyinkronkan rencana pembangunan. Komisi C, kata Agus, ingin mengetahui desain gedung yang akan dikerjakan. “Selain itu kami juga ingin menanyakan tentang progress-progresnya. Sehingga kami dapat ikut mengontrol pelaksanaan pembangunan,” kata Agus Santoso.ov

Berita lainnya
Alim Markus ‘Sogok’ MK
Sukses Jadi Motivator Dunia
Suhu Madinah Capai 45 Derajat Celc...
Tak Beri BPJS, Perusahaan ‘Nakal...
Ditahan Polisi, Malah Kebanjiran S...
28.800 Calhaj Diberangkatkan dari ...
Puskopkar Sebut Henry Terlibat
Tanamkan Nilai-Nilai Pancasila
Kapolda Dimutasi, Kapolda Jatim Be...
Semalam, Orang Dekat Prabowo Menin...
Arek Jombang Ciptakan Premium Alte...
Ngenes, Subsidi BBM Bocor 400 Tril...
Polda Jaga 42 SPBU di Jatim
Sudah Saatnya Dibentuk Kementrian ...
Bajaj Dibeli Rp 280 Juta dan Dikon...
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  79