menu.jpg
 
Pemilih Pilgub Didominasi Cewek

Laporan : Riku Abdi

SURABAYA (Surabaya Pagi)– Jumlah pemilih dalam ajang pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Timur, 29 Agustus mendatang, membludak. Data yang masuk ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim menyebutkan saat ini daftar pemilih terus membengkak, bahkan hampir menyentuh angka 30 juta jiwa dari total penduduk Jawa Timur sekitar 37 juta jiwa.

Dari data yang dihimpun di KPU Jatim, Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pilgub sudah mencapai 29.809.792 juta pemilih. Jumlah tersebut sudah membengkak dari DP4 (Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu) yang diajukan Pemprov Jatim beberapa waktu lalu, yakni sebanyak 29.503.266 jiwa. “Angka 29.809.792 itu merupakan hasil sementara data pemilih yang sudah didapatkan dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur,” tutur komisioner KPU Jatim Agus Mahfud Fauzi, kemarin (3/7).

Dengan angka tersebut, berarti jumlah DPS mengalami kenaikan sekitar 577.554 ribu dari DP4 yang sudah disetorkan Pemprov Jatim kepada KPU Jatim, Maret 2013 lalu. “Saat itu Pemprov Jatim menyetorkan DP4 Pilgub Jatim sebanyak 29.232.238 jiwa, jadi bertambah sekitar 577.554. Tapi ini masih sementara, ada kemungkinan bertambah lagi karena belum final menjadi DPT (Daftar Pemilih Tetap),” papar Agus.

Agus mangatakan, angka 29.809.792 tersebut terdiri dari pemilih perempuan yang mencapai 15.051.185 dan pemilih laki-laki sebesar 14.758.597 pemilih. Sedangkan, jumlah pemilih pemula diprediksi mencapai 10 persen atau sekitar 2,98 juta. "Jumlah pemilih pemula ini tentunya menjadi potensi tersendiri, karena jumlahnya relatif banyak,” tutur alumnus pasca sarjana Universitas Negeri Jember (Unej) ini.

Namun begitu, lanjut dia, pihaknya menegaskan bahwa angka tersebut masih memungkinkan berubah. Kepastiannya, kata dia, akan diketahui saat Daftar Pemilih Tetap (DPT) ditetapkan nanti. Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa KPU Jatim menunggu revisi daftar pemilih sampai tanggal 4 Juli (hari ini, red).

Ditambahkanya, petugas di lapangan akan melakukaan pemutakhiran data pemilih tahap kedua. Bagi warga Jatim yang punya hak suara tetapi belum masuk dalam DPS, maka petugas dilapangan akan mencatatnya. ”Selama dua hari ini kami memberikan kesempatan bagi warga yang belum masuk dalam daftar DPS. Nanti petugas di lapangan juga kan melakukn pemutakhiran data kembali,” tegasnya lagi.

Selanjutnya, KPU Jatim akan mengumumkan tambahan daftar pemilih pada tanggal 5 sampai 7 juli mendatang. Tambahan data pemilih itu nantinya akan dijumlah dengan hasil DPS untuk dijadikan menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada tanggal 8 sampai 10 juli mendatang."Nanti tambahan data pemilih akan segera diumumkan berapa dan hasilnya akan dijumlah dengan DPS. Jumlah itu nantinya yang akan dijadikan DPT pada tanggal 8 sampai 10 mendatang," terang Agus.

Sebelumnya, Ketua KPU Jatim Andry Dewanto Achmad menandaskan kalau DPS Pilgub Jatim sekitar 29 juta pemilih. Angka tersebut masih bisa berubah karena petugas di lapangan masih melakukan penyisiran."Kalau DPS memang tidak banyak berubah karena memang masih bersifat sementara," terang Andry.

Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jatim Sufyanto mengingatkan kembali pada KPU Jatim. Sebab, penetapan DPS menjadi DPT tersebut masih memiliki potensi carut marut. “Dengan sejumlah temuan yang sudah kami sampaikan, kita akan terus mnengingatkan pada KPU Jatim biar tidak terjadi masalah di kemudian hari,” ucap kandidat doktor Universitas Airlangga (Unair) ini.

Diakui, sesuai keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) memang dimungkinkan warga yang tidak masuk DPT ikut mencoblos asalkan punya bukti KTP atau KK (Kartu Keluarga). Namum, lanjut Sufyanto, masalahnya tidak semudah itu. “Kalau DPT bermasalah, maka logistik pun akan ikut jadi masalah. Apa mungkin warga yang tidak masuk DPT bisa mencoblos, kalau ternyata logistik kartu suaranya tidak tersedia?” tanya dia.

Selain itu, masalah jumlah pemilih ini harus benar-benar akurat. Karena juga berkaitan dengan masalah anggaran yang akan dialokasikan. “Jangan sampai nanti gara-gara daftar pemilih tidak akurat, lalu banyak orang yang tidak terdaftar dan kertas suaranya tidak tersedia,” ujar Sufiyanto. n

Berita lainnya
KPU Segera Bahas Pilkada Serentak
Pendukung Prabowo Demo KPU
30 Kotak Suara Hilang
Buka Kotak Suara, KPU Jombang Dipr...
Lagi, KPU Gresik Buka Kotak Suara
KPUD Kediri Buka 89 Kotak Suara
KPUD Jombang Buka 135 Kotak Suara
Komisioner KPU Lumajang Juga Digug...
Mantan Bupati : Pilpres Sudah Usai
Dua Kubu Capres Rekonsiliasi Damai
Dzikir Akbar Dukung Rekap KPU
Coblosan Ulang di Desa Jagoan
Bangkalan dan Sampang Diseret ke D...
Buka Kotak Suara, Panwaslu Dipolis...
Bawaslu: TPS di Juanda adalah DPT ...
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  87