menu.jpg
 
Barang Selundupan sampai Sortiran Pabrik

Geliat malam di kota Surabaya tak hanya didominasi tempat-tempat dugem. Coba lihat di selatan kota pahlawan ini. Tepatnya, depan Darmo Trade Center (DTC) di Jalan raya Wonokromo. Jika siang hari, kawasan ini sesak karena arus lalu lintas yang macet. Namun, jika malam hari berubah semarak menjadi tempat dagang. Orang menyebutnya Pasar Maling. Kenapa dinamakan demikian? Apa karena barang yang diperjualbelikan hasil pencurian dan perampokan? Berikut ini laporan wartawan Surabaya Pagi.

Pasar ini memang tak selengkap DTC, mall yang berada di depannya. Tapi soal pengujung, tak kalah. Apa yang mereka cari? Macam-macam, mulai handphone, televisi, kipas angin dan barang elektronik lainnya, semua ada. Begitu juga dengan pakaian, mulai kaus, celana jeans, jaket juga tersedia. Bahkan, apa yang tak terfikirkan oleh kita, terkadang bisa ditemukan di sini.

Jangan pula membayangkan pasar di sini layaknya pasar kebanyakan. Tidak ada lapak atau stan. Yang ada, barang digelar secara lesehan di jalan atau membawa rombong. Meski begitu, pasar ini selalu dijubeli pengunjung. Seperti terlihat tadi malam (12/9). Sejak bakda maghrib sudah ramai pengunjung. Di sini buyar sekitar jam 01.00 dinihari, ujar salah seorang juru parkir di sana.

Pantauan Surabaya Pagi, pada umumnya barang-barang yang dijual adalah barang-barang bekas. Tapi banyak juga yang menjual barang yang masih terlihat seperti baru. Eni (48), penjual sepatu asal Sampang, Madura, mengatakan barang-barang yang dia jual dia dapat dari pelabuhan. Ini barang-barang kapalan bos. Kalau orang-orang lain biasane pakai distributor, katanya dalam logat Madura yang khas.

Menurutnya memang sering sekali dalam perjalanan suatu kapal dari satu negara mampir ke Pelabuhan Tanjung Perak, dan ada barang yang diselundupkan. Biasanya ketika sebuah kapal dengan muatan bahan-bahan pokok seperti sembako selalu ada barang lain seperti pakaian, sepatu dan lain-lain.

Barang-barang seperti ini memang tidak mudah didapat, jika kita tidak mempunyai hubungan dengan orang-orang yang bekerja di pelabuhan, cetus dia.

Tidak hanya itu, barang-barang yang didapat pun ada juga yang merupakan barang sortiran atau produksi gagal dari suatu pabrik. Yang ini mas, tinggal menjahit sedikit saja sudah awet, katanya sambil menunjukkan sebuah sepatu kets branded.

Sepintas, barang-barang yang dijual di sini kelihatan mahal. Tetapi bisa dengan mudah ditawar. Seperti ketika kita menawar sebuah celana jean yang pada awalnya sang penjual mematok harga Rp 55 ribu. Tetapi setelah proses tawar menawar, harga turun menjadi Rp 25 ribu. Kalau 25 ribu ambil saja cak, kata Eti (46) sang penjual celana jean di sini.

Sementara bagi pengjung, Pasar Maling ini menjadi alternatif. Seperti diungkapkan Rochman (52), warga Bendul Merisi yang sedang berbelanja di sini dengan mengajak anak lelaki kesayangannya. Menurut Rochman anaknya malu kalau harus bersekolah dengan sepatu rusak. Kalau untuk membelikan yang baru tidak akan mampu, sebab dia hanya seorang pekerja bangunan borongan yang bergaji sedikit. Baginya sepatu yang terlihat baru pun sudah cukup. Sebuah sepatu bermerek Ferryl tetapi pada bagian dalam sepatu tertulis merk Terryl itu sudah cukup untuk membahagiakan anak lelaki kesayangannya itu.

Isin mas, nek gawe sepatu rusak, jenenge bapak yo sakno nek anake sambatan ngunu (Malu mas, kalau harus memakai sepatu rusak, namanya seorang bapak ya kasihan kalau melihat anaknya merajuk, red), ungkapnya.

Uang Keamanan
Para penjual di daerah ini yang disebut Pasar Maling oleh warga sekitar, ternyata juga memberikan uang kepada para preman yang mengamankan daerah tersebut. Pada saat Surabaya Pagi sedang dalam proses tawar menawar, terlihat penjual memberikan sejumlah uang puluhan ribu kepada seorang lelaki.

Ketika dilakukan penelusuran, terlihat seorang laki-laki dengan jaket kulit hitam dan celana panjang coklat berjalan menyusuri daerah tersebut. Sang penjual lantas memberikan sejumlah uang pada lelaki tersebut. Oh itu untuk uang keamanan, biar bisa berdagang di sini, cetus Eti, sang penjual jean tersebut. n tan

Berita lainnya
Ada Tarian Erotis, Heaven Akan Dis...
Dugem Stadium Ditutup, Heaven Dibi...
PSK Online Berstatus Mahasiswi dan...
Prostitusi Untuk Pejabat
Model Rp 25 Juta
"Enak Kerja Sendiri, Semuanya Masu...
MUI Minta NAV-Hotel ‘Maumu’ Di...
Ditangkap, Purel NAV dan Hotel “...
Karaoke NAV dan Hotel ‘’Maumu...
Ada Karaoke Plus Hotel Short-Time
Bos Karaoke ‘Kibuli’ Pemkot
Surabaya Kota Maksiat
10 Tahun Jadi Lesbi, Kini Nani Dij...
Diperlakukan Kasar, Vicky Jadi Les...
Ada Lesbi yang Rela Gaet Pria untu...
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  87