menu.jpg
 
Body Combat Hilangkan Stress

SURABAYA – Gabungan gerakan dalam berbagai cabang bela diri ternyata bisa menghasilkan sesuatu yang berbeda. Ini bisa tampak pada pertunjukan olah raga baru bernama Body Combat.

Mungkin belum banyak orang mengenal olahraga yang diberi nama body combat. Olah raga ini berfungsi sebagai latihan kardio aktif yang terinspirasi dari berbagai disiplin ilmu bela diri. Mulai dari karate, tinju, tae kwon do, tai chi, muay thai hingga capoeira. Olah raga ini sudah menjadi salah satu cabang olahraga yang menyenangkan tapi juga melatih kesehatan jantung layaknya senam jatung sehat umumnya.

“Bagi yang belum tahu seperti apa olahraga ini tentu sulit membayangkannya, disini karate, tinju, taekwondo, tai chi, muay thai hingga capoeira digabungkan menjadi satu olahraga,” ungkap Zakaria Yunus, Aerobic Instructor di Celebrity Fitness Surabaya, kemarin.

Zakaria menyatakan, body combat sebenarnya seperti senam biasa. Bisa dilakukan secara sendiri atau beramai-ramai. Sehingga berbeda dengan bela diri yang kebanyakan dilakukan berpasangan karena membutuhkan partner untuk sebuah latihan perkelahian.
“Ini (body combat) bisa disebut inovasi baru dalam olahraga dan menggabungkan gerakan beberapa gerakan bela diri,” kata Jaka, panggilan akrab Zakaria.

Meski menggabungkan gerakan bela diri, semuanya tidak dilakukan bersamaan dari awal hingga akhir. Satu sesi body combat terbagi menjadi 10 track. Dan hanya dua track yang menggabungkan seluruh jenis olahraga bela diri. Gerakan gabungan dilakukan saat pemanasan pada track pertama dan conditioning di track kesembilan.

Body combat sendiri memiliki dua fungsi. Pertama, orang bisa menyelesaikan masalah dengan pikiran tenang karena aliran oksigen ke otak menjadi lancar selama berolahraga. Kedua, tubuh jadi lebih bugar dan sehat karena otot-otot terlatih dengan baik.

Berbeda dengan senam lainnya, body combat tidak bisa dilakukan seorang diri di rumah. Selain cd (compact disc) untuk panduan gerakan tidak dijual bebas, mereka yang berolahraga body combat harus didampingi instruktur. Karena itu, olahraga ini harus dilakukan di studio senam atau gym yang membuka kelas body combat.

“Jika tidak didampingi instruktur, mereka yang melakukan olahraga ini dikhawatirkan mengalami cedera akibat kesalahan dalam melakukan gerakan,” kata Jaka. ov

Berita lainnya
Belanja R-APBD Jatim 2011 Boros
KONI Jatim ’’Bobol’’ APBD Rp 60 M
Pekerja Dolly : Tutup Dulu Esek-Es...
Pembangunan Pantai Utara Ditarget ...
Soekarwo Hadang Penutupan 7 Pabrik...
Rekanan Pemkot Mengeluh ke DPRD
Ketua DPRD Anggap Polemik Bintek C...
DPRD Beber Hilangnya Anggaran KIP
DPRD Kecam Kadis PU Cipta Karya
Meski Diprotes, Pajak Reklame Teta...
Hilangnya Aset Pasar Akan Diusut
Pemkot Suruh Orang Bongkar Pasar T...
DPRD Usul THR Dibuat 18 Lantai
Wong Cilik Resah Dengan Sikap Wali...
RAPBD Janggal, Kepala Biro Ngaku S...
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  104