menu.jpg
 
Rumah Disita Bank, Warga Banyu Urip Nggarong

TAK punya modal untuk menikah, Imam Suparno (30), terpaksa menggadaikan setifikat rumah. Untuk menebusnya kembali, warga Banyu Urip Kidul itu mencuri uang perusahaan tempat dia bekerja Rp 11,5 juta, akhir Desember tahun lalu.

Karena ulahnya itu, Suparno terpaksa berurusan dengan polisi, dan kini meringkuk di tahanan Polsek Tegalsari. “Dia kami tangkap malam tadi (Kamais kemarin) di rumahnya,” terang Kanit Reskrim Polsek Tegalsari Iptu Hengky Kristianto Abadi, Kamis (20/1) di kantornya.

Menurut Hengky, tersangka menjalankan aksinya pada 30 Desember tahun lalu, namun perusahaan baru melaporkan kejadiannya pada 5 Januari kemarin. “Selanjutnya, pada 6 Januari kami melakukan olah TKP dan terus melakukan pengintaian. Hasilnya, tersangka yang sudah kami curigai kami tangkap di rumahnya beserta barang bukti yang belum sempat dijual tersangka,” kata dia.
Setelah melakukan pengintaian beberapa hari, dan memastikan kalau pegawai packing dan pengiriman PT Angkasa itu, polisi membekuk karyawan yang sudah 11 tahun mengabdi di perusahaan spare part motor tersebut di rumahnya Rabu (19/1) malam.

Saat menangkap tersangka, polisi juga menemukan barang bukti berupa satu kardus isi 55 dan 60 pack Nozzle merk Yanmar, 101 Ring Set merk Yanmar, uang tunai hasil jarahan Rp 9,5 juta, gergaji besi, anak kunci palsu, anak kunci sudah rusak, dan empat buah anak kunci. “Total nilai barang sekitar Rp 10 juta, sedang uang tunai yang diambil tersisa Rp 9,5 juta,” terang Hengky.

Tersangka sendiri mengaku menjalankan aksinya dengan cara menggandakan kunci pagar terlebih dahulu. Kemudian, ketika musim liburan akhir tahun tiba, Imam beraksi. Dia merusak engsel pintu samping dengan gergaji besi.

Setelah berhasil masuk ke dalam ruangan kantor, tersangka mengambil anak kunci palsu yang sudah dipersiapkan jauh hari sebelumnya, di laci meja dan mengambil uang tunai yang ada di laci meja kasir.
“Setelah itu, saya mengambil barang di ruangan Yanmar dan mengambil barang di etalase kantor,” kata tersangka di depan penyidik.

Tapi, sampai dia tertangkap, barang hasil jarahannya itu belum dia jual ke pembeli. Sebab menurut pengakuan tersangka, dia tidak tahu harus menjual ke mana barang-barang curiannya itu.

Sebenarnya uang hasil penjualan itu, aku tersangka akan dipakai untuk menebus sertifikat rumah yang digadiakan untuk biaya nikah. “Kalau saya tak mendapatkan uang sebesar Rp 20 juta, , rumah saya akan di sita bank,” akunya.

Namun, apapun alasannya, karena telah melanggar pasal 363 KUHP, tersangka tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum. bkt

Berita lainnya
Polda kok Cuma Gerebek Prostitusi ...
Perawani Siswi SMP, Pria Malaysia ...
Semalam, Arek Mojokerto Bunuh Ayah...
Kajari Bojonegoro Dipolisikan
Edarkan Upal, Ibu dan Anak Dituntu...
Karyawan Diskotek 777 Terancam LDH
7 Bulan Ngendon Kasus Penganiayaan...
Lima Pelaku Curat Dibekuk
4 Pemuda Gilir Siswi SMP di Sawah
Lempari Bus, 4 Bonekmania Diamankan
Ingin Punya Motor, ABG Nyolong
Dicurigai Nyolong Sapi, Kadus Nyar...
Curi Pompa Air, Pengantin Baru Dir...
6 Perusak Pesantren YAPI Divonis 3...
Edarkan Pil, Pemuda Mojosari Dicid...
Copyright © 2012 surabayapagi.com
RSS Feed User Online :  85