menu.jpg
 
Hak Anak dalam Keluarga

Pertanyaan :
Saya (18) berniat untuk memiliki keyakinan (agama) yang berbeda dengan garis keturunan saya. Untuk merealisasikannya, saya harus keluar dari rumah karena tidak disetujui oleh orang tua. Orang tua memaksa untuk tetap memiliki keyakinan yang sama. Apa keputusan saya untuk keluar dari rumah demi mempertahankan keyakinan dapat dilindungi oleh hukum? Apa yang masih menjadi wewenang orang tua saya?

Khlaraprianto
Surabaya

Jawaban :

Yth. Sdr Khlaraprianto
Simak baik-baik beberapa ketentuan peraturan perundang-undangan di bawah ini :
(1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
- Pasal 1 angka 1 :
“Anak adalah seseorang yang belum berumur 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak masih dalam kandungan”
- Pasal 42 ayat (2)
“Sebalum anak dapat menentukan pilihannya, agama yang dipeluk anak mengikuti agama orang tuanya”
(2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974, tentang Perkawinan
- Pasal 47 ayat 1
“Anak yang belum mencapai umur 18 (delapan belas) Tahun atau belum pernah melangsungkan perkawinan ada di bawah kekerasan orang tuanya selama mereka tidak dicabut dari kekuasaannya.
(3) Undang-Undang Negara Republik Indonesia Tahun 1945
- Pasal 28 E :
(1) Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya,…..dst
(2) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya.
- Pasal 281 ayat 1 :
Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani, hak beragama,……, adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun.

Karena sudah berumur 18 tahun, maka berdasarkan ketentuan-ketentuan tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa saudara :
- Tidak tergolong anak
- Sudah tidak berada di bawah kekuasaan orang tua
- Bebas memeluk agama dan beribadah menurut agama yang saudara yakini sesuai dengan hati nurani saudara sendiri.
- Hak beragama merupakan salah satu hak asasi manusia yang tidak dapat di perangi dalam keadaan apapun juga.
Hanya saja bila saudara hendak menikah sebelum berusia 21 tahun, saudara tetap harus mendapat izin dari kedua orang tua saudara, sesuai dengan ketentuan Pasal 6 ayat (1) Undang-Undang No.1 Tahun 1974. Terlepas dari semua persoalan di atas saya menyarankan kepada saudara agar tetap menghormati dan memelihara silahturahmi dengan kedua orang tua saudara sebagaimana diwajibkan oleh agama apapun yang ada di dunia ini.

Berita lainnya
Mafia Tanah Berwajah “Seribu”
Bupati Berharap PPIP Berjalan Sesu...
Mengecek Keaslian Sertifikat Tanah
Bos PT Golden Shines (Edward Ho) p...
2012 PAD Kota Probolinggo Naik Men...
Belum Ada Perjanjian, UM Tak Bisa ...
Keabsahan Perkawinan di USA
Kekuatan Pembuktian, Perjanjian Ha...
Gugat Cerai Karena Suami Pindah Ag...
Suami Ingin Beristri Lagi
Sertifikat Hak Milik Atas Nama Org...
Namanya Digunakan dalam Akta Anak ...
Pengembang Real Estate Wanprestasi...
Tak Bisa Menuntut Dinikahi Pria Be...
Hak Kepemilikan Tanah oleh Warga N...
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  114