menu.jpg
 
500 Nelayan Tolak Reklamasi

SURABAYA – Proyek pembangunan pelabuhan di Teluk Lamong senilai Rp 8 triliun oleh PT Pelindo III tak hanya diprotes DPRD Jatim, karena diduga menyalahi perijinan. Nelayan di sekitar proyek juga menentang. Pasalnya, reklamasi besar-besaran oleh PT Pelindo III mengakibatkan lingkungan rusak dan biota laut menghilang. Dampaknya, penghasilan para nelayan turun drastis akibat kesulitan mencari ikan. Apalagi, akses nelayan di perairan itu tertutup karena pengerjaan proyek tersebut.

Selasa (17/7) kemarin, sedikitnya 500 nelayan yang biasa mencari ikan di sekitar Teluk Lamong menggelar aksi demo menolak PT Pelindo III melanjutkan proyek pembangunan pelabuhan di Teluk Lamong. Nelayan yang tergabung dalam wadah Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) itu mendatangi kantor PT Adhi Karya selaku pelaksana proyek pembangunan pelabuhan Teluk Lamong di Jalan Tambak Osowilangon Surabaya. Mereka berasal dari warga Kelurahan Romo Kalisari, Tambak Osowilangun, Tambak Langon dan Asemrowo.

Ketua Paguyuban Nelayan Tambak Osowilangun, Syamsurin mengatakan reklamasi yang dilakukan PT Pelindo III mengakibatkan pendangkalan di Teluk Lamong sehingga nelayan tidak bisa berlayar ke tengah laut. Tak hanya itu, tanaman mangrove juga menjadi rusak sehingga membuat habitat biota laut seperti ikan, kerang dan kepiting tidak mau datang dan berkumpul di sekitar tanaman tersebut.

"Hasil tangkapan nelayan jadi menurun drastis sehingga berimbas pada pendapatan dan kesejahteraan keluarga mereka," jelasnya. Lanjut dia, nelayan sudah banyak yang menganggur dalam 3 bulan terkahir. Sebab endapan lumpur akibat penancapan pondasi telah menutup lalulintas nelayan. "Dampak dari reklamasi itu, nelayan sudah hancur-hancuran ekonominya," tandasnya.

Sedangkan bagi petani tambak, ongkos budidaya ikan juga menjadi mahal karena proses penggantian air laut yang biasanya dilakukan secara manual sekarang harus menggunakan mesin diesel akibat air laut surut karena direklamasi untuk proyek PT Pelindo III," beber Syamsurin.

Dampak lain dari proyek di Teluk Lamong, tambah Subhan koordinator nelayan Tambak Langon juga mempengaruhi kualitas garam yang dihasilkan petani garam menjadi jelek akibat bercampur dengan limbah proyek. Dan yang pasti, "wilayah Romo Kalisari, Tambak Osowilangun dan Tambak Langun serta Asemrowo juga terancam banjir rob. Karena itu, warga menuntut PT pelindo III segera mengehentikan reklamasi dan memberikan kompensasi kepada warga yang terkena dampak pengerjaan proyek serta melakukan konservasi hutan mangrove," ungkapnya.

Warga juga berharap Pemprov Jatim mengkaji ulang proyek pembangunan Pelabuhan di Teluk Lamong dan melakukan pengawasan ketat karena kawasan tersebut termasuk wilayah pengendalian ketat agar lingkungan sekitar kawasan itu terjaga kelestariannya. "DPRD Jatim dan Gubernur harus tegas dalam membela kepentingan masyarakat kecil. Kalau PT Pelindo III melanggar aturan ya ditindak," jelas Subhan.

Dalam aksinya, selain melakukan orasi, mereka juga membawa berbagai poster berisi tututan diantaranya, 'Berikan Hak Kami, Pelindo Proyek Asal-asalan', 'Warga Bersatu Tutup Pelindo Sekarang Juga' dan 'Penghasilan Nelayan Dicaplok Pelindo'

Pimpro proyek pelabuhan Teluk Lamong, Hary Dharmawan juga sempat menemui perwakilan nelayan dan berjanji akan menyampaikan aspirasi warga kepada Dirut PT Pelindo III. "Kami ini hanya pelaksana proyek, jika warga menuntut seperti itu akan kami sampaikan ke Pelindo," jelas Hary.

Sementara itu, Pimpinan Proyek Pelindo, Muhamad Hari Darmawan, akan menyampaikan aspirasi nelayan pada pimpinan Pelindo. Hari menjelaskan, terkait masalah Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), sebenarnya Pelindo sudah mengantonginya. Hanya saja, Amdal yang lama diperbarhui lagi.

Selain itu, Hari mengaku ada nelayan yang aksesnya tertutup. "Kita juga kesulitan untuk mencari akses, akhirnya akses nelayan tertutup," ujar Hari. Karena itu, pihaknya akan mencari solusi agar nelayan bisa bekerja lagi.

Pengamanan Proyek Berlapis

Berdasarkan pengamatan di lokasi, selama ini proyek teluk lamong memang sangat mencurigakan. Saat Surabaya Pagi datang ke lokasi dua hari lalu, pintu masuk yang terletak di sisi utara jalan Tambak Oso Wilangun itu sangat tertutup. Jika dilihat dari jalan raya, tidak tampak adanya pembangunan proyek sebesar Rp 8 triliun. Sebab, pintu masuk hampir seluruhnya ditutup pagar seng yang tinggi. Ditengah-tengah memang ada pintu masuk yang ditutup portal dan selalu dijaga aparat berbaju hitam. Di sisi portal ada tulisan besar “Selain karyawan dilarang masuk”.

Tak hanya itu, saking tertutupnya untuk umum, proyek tersebut memasang dua lapis keamanan di pintu masuk sebelum menuju kantor utama. Di kantor yang bertuliskan PT Pelindo dan PT Adhi Karya itu malah tampak sepi. Hanya ada tiga sampai empat orang pegawai saja.

Selebihnya, aktivitas lebih terlihat di sebelah utara kantor utama. Tampak urugan pasir laut seluas mata memandang yang telah menutup laut teluk lamong hingga sepanjang 2 kilometer dengan lebar sekitar 500 meter. Di sebelah timur, tampak infrastruktur pembangunan jalan jembatan akses menuju dermaga teluk lamong yang nantinya akan berada di tengah-tengah laut itu.

Terpisah, Agus Salim anggota Komisi D DPRD Jatim menegaskan bahwa Dewan Jatim sudah merekomendasikan supaya pekerjaan proyek pelabuhan Teluk Lamong dihentikan sampai ada hasil Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). Pihaknya juga menyangsikan obyektifitas hasil sementara kajian KLHS yang dilakukan ITS sebab secara tiba-tiba direview ke Unibraw Malang. "Pergeseran titik reklamasi itu jelas menyalahi ijin Amdal. Sekarang dampaknya mulai dirasakan para nelayan karena hasil tangkapan mereka menurun drastis. Karena itu proyek reklamasi harus dihentikan sampai ada hasil KLHS," tegas politisi asal FPG DPRD Jatim. n rko/bi

Berita lainnya
Mantan Pangdam Brawijaya, Kasad
Terminal Purabaya Mulai Dipadati P...
KASAD Dicopot Mendadak
Foto Mesra Briptu Eka Beredar, Bik...
Arek Surabaya Jadi Korban MH17
Risma Ancam Alim Markus
Alim Markus Ingkari Perjanjian
Kecam Israel, HMI Jatim Luruk KFC ...
Waspadai Jalur 'Black Spot'
Mau Kaya, Jangan Jadi Dokter
Dibuka Sore Ini, Kampoeng Sholawat...
Pocong, Genderuwo , Wewe Gombel Un...
Pemerintah Siap Hadapi Gugatan New...
TUTUP! Hotel Milik Setiaji Yudho
Pemerintah Ramadan, 29 Juni 2014
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  67