menu.jpg
 
Penjual Cao Nang Suroboyo

Dalam foto, terlihat dua orang sedang duduk di depan bakul pikulan yang terbuat dari kayu. Orang satunya, sedang menuangkan ke dalam gelas. Dan orang yang satu memegang satu buah gelas warna hitam.

Yah itulah penjual Cao jaman Surabaya tahun 1868. Cukup lama memang. Dan jaman itu, penjual Cao disebut “Tjao-verkoper”. Masih bertuliskan ejaan Belanda, karena saat itu kondisi Indonesia sebelum merdeka masih dijajah oleh Belanda.

Sampai saat ini masih ada penjual cao, namun tentunya sudah tidak menggunakan pikulan seperti dalam foto diatas. Dan bahkan tidak menggunakan es batu seperti sekarang ini, yang membuat Cao terlihat segar dengan dituang sirup merah.

Hhmmm… Segarnya Es Cao, Yah maklum jaman dulu belum ada teknologi membuat es batu. Jadi Cao ternyata kuliner yang berumur ratusan tahun. jo

Surabaya Tempo Doeloe
Mallaby, Memorial Park & Taman...
Nasib Miris Pasukan Gurkha di Sura...
Manuver Mabuk Panser Perang
Kisah Unik Celana Khaki Pejuang
Lebih Dahsyat dari perang Normandia
Senjata Makan Tuan Belanda
Wartawan Muda dan Orator Ulung
Dipicu Tewasnya Brigjen Mallaby
Berawal Dari Tak ada Tempat Untuk ...
Mulai Rombeng Hingga Sayur Mayur
Lambang Freemason & Istilah Si...
Bibit Kaitane Kutho
Cerutu Lebih Bersahabat
Mercusuar Arsitektur Jengki
Dulunya Pangkalan Perahu di Kali K...
Makna Sura Bukannya Hiu, Tapi Bera...
Logo Grup Musik St Caecilia
Vliegveld Darmo
Onthel-pun Bayar Pajak
Iwak Pitihik Paling Dinanti
Mau Berkuasa, Minumlah Susu
Pernah Kerjasama bareng Manajer Th...
Maestro Ludruk Garingan
Winkelstraat 1920
Willemskade - Kawasan Perkantoran
 
 
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  82