•   Jumat, 13 Desember 2019
Peristiwa Kriminal

Polri Berhasil Gagalkan Rencana Bom Bunuh Diri Saat Pelantikan Presiden Dan Wakil Presiden

( words)

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta –Pelantikan Presiden dan wakil Presiden terpilih periode 2019-2024 tinggal beberapa hari lagi. Penjagaan super ketat akan diberlakukan saat peristiwa nasional tersebut. Bahkan Polri dan TNI melarang terjadinya aksi unjuk rasa saat momen tersebut berlangsung. Yang terbaru, polri berhasil mengungkap adanya upaya aksi bom bunuh diri di Solo, Jawa Tengah dan Yogyakarta yang rencanya akan dilaksanakan saat pelantikan Presiden dan wakil Presiden pada 20 September nanti.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Dedi Prasetyo mengungkapkan, upaya aksi itu sudah matang direncanakan. Bahkan, pengantinya pun sudah disiapkan. "Pengantin bom bunuh diri sudah disiapkan untuk melaksanakan aksi teror pada tanggal 20 Oktober nanti di Solo dan DIY (Yogyakarta)," kata Dedi saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa (15/10/2019). Dedi juga menyampaikan, kelompok yang merencanakan aksi teror itu adalah dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Namun, aksi itu berhasil digagalkan oleh Densus 88 Antiteror.

"JAD yang sudah ditangkap di Yogyakarta dari hasil riksa oleh Tim Densus 88," ujar Dedi. Tim densus 88 polri menangkap 22 terduga teroris, pasca penusukan terhadap menko polhukam wiranto. Semua yang ditangkap diduga terkait kelompok jamaah ansharut daulah (JAD). Puluhan orang itu juga diduga telah berbaiat kepada pemimpin organisasi teroris ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi. Dua orang dari total 22 terduga teroris merupakan pelaku penusukan Wiranto di Banten, yaitu SA alias AR dan FA.

Penangkapan dilakukan di sejumlah daerah sejak kejadian penusukan Wiranto, pada 10 Oktober 2019 hingga hari ini.

Berita Populer