Nasib Piluh Pengais Emas Hitam

Nasib Piluh Pengais Emas Hitam

Nasib Piluh Pengais Emas Hitam

Nasib Piluh Pengais Emas Hitam

Nasib Piluh Pengais Emas Hitam

Nasib Piluh Pengais Emas Hitam

Nasib Piluh Pengais Emas Hitam

Nasib Piluh Pengais Emas Hitam

Nasib Piluh Pengais Emas Hitam

Nasib Piluh Pengais Emas Hitam

Nasib Piluh Pengais Emas Hitam

Nasib Piluh Pengais Emas Hitam

Nasib Piluh Pengais Emas Hitam

Nasib Piluh Pengais Emas Hitam

Nasib Piluh Pengais Emas Hitam

Nasib Piluh Pengais Emas Hitam

Nasib Piluh Pengais Emas Hitam

Nasib Piluh Pengais Emas Hitam


Eksplorasi yang dikakukan oleh para penambang emas hitam tersebut tak terasa
membuat cucuran keringat meraka tercampur oleh minyak yang setiap saat menyatu ditubuh
mereka. Meski kontur tanah dilokasi tak merata yang naik turun pertambangan tak
menyurutkan niat untuk mengais pundi-pundi uang dari hasil emas hitam bekas peninggalan
zaman kolonila belanda . Peralat5an yang tergolong standard dan terkesan apa adanya
tersebut tak menyurutkan niat para penambang untuk mengalihnya demi menghidupi
keluarga para pekerja tambang dikawasan Desa Wonocolo , Kecamatan Kedewan, Kabupaten
Bojonegoro, Jawa Timur
Dahulu terdapat 720 sumur-sumur penghasil minyak mentah tersebut dibuat dan kelola
oleh pemerintahan Kolonial Belanda. Pasca kemerdekaan sumur menghasil minyak mentah itu
ditinggal kolonial belanda, kini sumur tua yang masih aktif tersebut jumlah kurang lebih ada
300 sumur. Meski ratusan sumur tua tersebut tak lagi produktif seperti dahulu, warga sekitar
masih memanfaatkan dan mengelolanya secara swadaya yang hasilnya sebagian dijual ke tangi-
tangi milik perusahaan minyak nasional dan bahkan ada yang menjualnya secara eceran di
Jalan- Jalan di kawasan Kedewan Bojonegoro. Dari hasil eksplorasi para penambang, mereka
melakukan proses penyulingan yang dijadikan solar dan minyak tanah.
Faktor - faktor keselamatan kerap kali diabaikan oleh para buruh tambang . Seperti
tidak mengenakan baju, merokok, tidak menggunakan standar keamanan pekerja tambang.
Sepeti terlihat ketika mereka melakukan proses penambangan, lalu pemindahan minyak
mentah dari perut bumi yang dialirkan ke bak kontrol utama, setelah itu proses penyaringan,
kemudian beralih ke proses penyulingan. Di saat – saat itu para pekerja tambang terlihat
mengabaikan keselamatan dirinya dengan menghisap rokok dengan kondisi jemari yang
berlumuran minyak mentah maupun saat pemindahan solar dan minyak tanah ke jurigen yang
siap untuk di distribusikan . Tak jarang resiko kerja yang cukup tinggi , menjadi ancaman para
pekerja tambang sehingga nyawa menjadi taruhannya. Sering terjadi ketika api yang berasal
dari korek api mengakibatkan terbakarnya sumur ekplorasi serta kurang hati – hatinya para
pekerja ketika melakukan proses penyulingan. Namun belum sampai disitu saja, terdapat hal
yang lain menjadi faktor utama yang juga mengancam taraf hidup nasib para buruh tambang
yakni kesejahteraan meraka.Satu jurigen minyak tanah dan solar tersebut dijual kepada
pengepul seharga 200 ribu, yang dibagikan kepada empat pekerja tambang.
Kondisi yang begitu ironi tersebut dialami para pekerja tambang sehari –hari. Hal
lainnya yakni, ketika para pekerja tambang usai melakukan eksplorasi lau istirahat makan dan
minum . Seolah mereka tak memperhatikan hal mengenai kesehatan, hanya cukup dengan
membasuh tangan yang berlumuran minyak dengan air lalu menggunakan jari – jemari tangan
untuk melahap nasi. Sekilas hal tersebut tidak menjadi ancaman secara nyata bagi nasib para

buruh itu. Demi menghidupi keluarga para buruh rela melakukan pekerjaan itu meskipun
resiko keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan tak sebanding dengan cucuran keringat. Kini
Pemukiman memiliki sebutan yang menarik di kawasan tersebut yakni “ Little Texas” karena
Desa wisata migas di konsep dengan kawasan Texas, Amerika Serikat. Desa penghasil “ Emas
Hitam “ itu kini menjadi destinasi wisata migas petroleum geoheritage Wonocolo dengan
harapan masyarakat mengetahui sejarah pengelolaan migas di Indonesia. Sekalipun terdapat
kisah pilu dibalik nasih para buruh tambang minyak.

SP/Robert


—>