•   Rabu, 19 Februari 2020
Pilwali 2020

Bambang DH Belum Tahu Risma Siapkan Ery Cahyadi

( words)

Bursa Pilwali Surabaya 2020

Riko Abdiono-Alqomar, Tim Wartawan Surabaya Pagi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengakui jika Pemilihan Walikota Surabaya 2020 mendatang adalah pasar bebas. Artinya siapa saja boleh maju untuk bersaing menjadi orang nomor satu di Surabaya. Namun PDIP memastikan tidak akan main-main. Apalagi jika ada non-kader yang ingin diusung partai pimpinan Megawati Soekarnoputi itu. ------------- Hal ini dikatakan Bambang Dwi Hartono, mantan Walikota Surabaya yang kini menjabat Ketua Bappilu DPP PDIP. Menurut Bambang DH, mekanisme partainya dalam pilwali Surabaya tidak berbeda dengan daerah lain. Yakni dimulai dengan menjaring nama-nama lalu dilakukan survei. "Siapapun bisa, kader atau non kader. Silakan, asalkan dia nanti diusulkan oleh PAC-PAC dan surveynya bagus, tentu akan berpeluang kami usung," jelas Bambang DH, kemarin (12/6/2019). Terkait santer nama Ery Cahyadi, Kepala Bappeko Surabaya yang dikabarkan sedang dielus-elus Walikota saat ini, Tri Rismaharini, Bambang DH hanya sebatas mendengar saja. "Iya saya sudah dengar (Risma mengkader Ery cahyadi maju Pilwali)," sahutnya ketika dikonfirmasi terkait hal itu. Namun, Bambang DH tidak bisa menjamin Ery Cahyadi bakal diusung oleh PDI-P jika tidak melalui tahapan dan mekanisme penjaringan. "Silakan saja, membangun komunikasi dengan PAC-PAC, karena non kader akan bersaing dengan kader PDI-P," sambungnya. Karena soal isu tersebut, di internal PDI-P, dengan diplomatis Bambang menyatakan belum mengetahui kepastiannya kalau Ery Cahyadi bakal mencalonkan diri. "Kita belum tahu apakah dia (Ery Cahyadi) diusulkan struktur atau tidak. Mekanismenya jelas dari penjaringan kemudian diusulkan struktur kemudian disaring pada proses berikutya," ungkap Bambang DH.

Ia mengakui hasil Pileg dan Pilpres tidak pararel dengan hasil Pilkada serentak yang berlangsung mulai tahun 2015, 2016, 2017 dan 2018 karena Pilkada serentak lebih banyak ditentukan oleh skill individu calon, bukan mesin partai. "Yang jelas kita ingin merebut sebanyak-banyaknya kepada daerah di Jatim sehingga secara teritorial bisa menguasai sehingga diharapkan bisa mendukung pemilu tahun 2024 mendatang," tegasnya. Untuk diketahui, dari kader PDI-P yang bakal maju calon walikota Surabaya sudah mulai muncul. Ada yang sudah turun ke masyarakat dan melakukan sosialisasi ke PAC-PAC PDI-P seperti Wisnu Sakti Buana (Ketua DPC PDI-P Surabaya). Ada juga yang masih malu-malu. Seperti Puti Guntur Soekarno, M Nur Arifin (bupati Trenggalek) dan Armuji (Ketua DPRD Surabaya). Target PDIP Terkait dengan daerah lain, lanjut Bambang DH, Pilkada serentak juga dilaksanakan di 19 kabupaten/kota di Jawa Timur tahun 2020. PDI Perjuangan dalam waktu dekat sudah akan melakukan penjaringan bakal calon kepada daerah dan calon wakil kepala daerah khususnya di daerah yang selama ini menjadi basis suara PDI Perjuangan. Bambang Dwi Hartono mengatakan sesuai mekanisme partai, setahun sebelum pelaksanaan Pilkada, struktur organisasi harus segera melakukan penjaringan bakal calon. "Karena pelaksanaannya pada September 2020, maka September 2019 ini harusnya segera dilaksanakan penjaringan," ujar Bambang. Ia berharap DPC-DPC kabupaten/kota juga juga sudah bisa memulai penjaringan lebih awal untuk urusan administrasi seperti ijasah dan lain sebagainya. "Masak urusan verifikasi ijasah yang menyaring harus DPP, khan cukup DPC atau DPD," dalih anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim ini. Untuk usulan ke DPP, lanjut Bambang biasanya menyangkut nama-nama bakal calon yang hendak dimintakan penetapan. "Biasanya kalau sudah mengerucut dua atau tiga nama, baru dimintakan penetapan ke DPP PDI Perjuangan," imbuhnya. Penjaringan Calon Ditegaskan Bambang DH, rekrutmen atau penjaringan bakal calon kepala daerah bersifat terbuka, baik dari internal atau eksternal kader. Artinya, siapa saja bisa mengikuti penjaringan.

Namun berdasarkan pengalaman dan hasil survey, calon dari eksternal partai biasanya memiliki problematika yang cukup tinggi dalam hal perhatian terhadap komitmen membesarkan partai. "Kalau menyangkut keterpilihan itu mengacu hasil survey tapi biasanya calon dari eksternal itu kalau sudah jadi lupa dengan komitmen kerakyatan maupun komitmen membesarkan partai yang telah mengusungya. Makanya calon eksternal akan diperketat persyaratannya," ungkap mantan Wali Kota Surabaya ini. Khusus menghadapi Pilwali Kota Surabaya, kata Bambang banyak kader PDI Perjuangan yang layak dan memenuhi syarat untuk menjadi calon. Tapi pihakya akan membiarkan proses seleksi alami yang muncul dari struktural karena DPP tak mau mempersempit ruang gerak kader. "Semakin banyak kader yang mencalonkan kita tentu semakin senang, karena kompetisinya makin ketat sehingga kualitasnya makin baik," dalih Bambang. Modal PDIP Sementara itu, DPC PDIP Surabaya sendiri mengklaim sudah solid untuk menghadapi Pilwali 2020. Dengan mendapat 15 kursi di DPRD Surabaya, PDIP bisa memunculkan calon sendiri. Sebab, sudah memenuhi syarat 20 persen dari jumlah suara yang ada. Meski demikian PDIP bisa saja melakukan koalisi dengan partai lain. Sehingga tidak menutup kemungkinan tidak maju sendirian pada pilwali tahun depan. “Kita sering melakukan konsolidasi hingga ke tingkat akar rumput di PAC dan juga ranting,” ujar Sekretaris DPC PDIP Surabaya Saifuddin Zuhri. Karena itu, dia beranggapan PDIP Surabaya sudah sangat siap menghadapi Pilwali Surabaya 2020. Apalagi pihaknya merupakan incumbent dalam 20 tahun atau empat periode pilwali di Surabaya terakhir ini. Dalam waktu dekat ini antara bulan Agustus atau Oktober pihaknya bakal melakukan rapat kerja khusus. “Di sana nanti akan resmi kami putuskan siapa calon yang bakal diusung,” tandas dia.

n.

Berita Populer