Mantan Pejabat Dispora Tersangka Korupsi Proyek Sepeda Ekstrem

 

Kasatreskrim saat menunjukkan barang bukti hasil korupsi


SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Setelah melakukan penyelidikan dan penyidikan lebih dari setahun, Unit III Pidana korupsi (Pidkor) Satreskrim Polresta Sidoarjo menetapkan Drs Mulyadi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan jalur sepeda ekstrem di Lingkar Timur yang dibangun dengan dana APBD Kabupaten Sidoarjo tahun 2015 senilai Rp 1,742 miliar.

Mantan Sekretaris Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sidoarjo yang sekarang sudah pensiun dini itu dijerat lantaran dianggap paling bertanggungjawab dalam proses pembangunan jalur sepeda yang diduga ada penyimpangan.

Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol M Harris mengatakan dalam proyek itu prakteknya ada kesalahan prosedur dan pada saat proses pihak pejabat juga meminta keuntungan.

"Satu tahun lebih pekerjaan itu belum juga selesai. Padahal anggaran sebesar Rp. 1,742 miliar itu sudah dikucurkan semua," katanya, Rabu (4/10/2017).

Harris mengungkapkan, setelah pihaknya mendalami kasus itu ditemukan ada pemalsuan dokumen dan stempel yang dilakukan oleh konsultan Martono. Dari situlah anggaran itu dikucurkan secara penuh.

"Kalau untuk konsultan Martono ini masih sebagai saksi begitu juga dengan pelaksana proyek Deny, namun tidak tertutup kemungkinan jumlah tersangka bertambah karena kasus ini masih dikembangkan terus. Kalau tersangka ini menjabat sebagai PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) dalam proyek jalur ekstrem tersebut," tambahnya.

Sejauh ini, lanjut Harris, dalam proses pekerjaan yang dimenangkan CV. Sinar Cemerlang, hingga kini pekerjaan proyek yang berada di Jalan Lingkar Timur (JLT) Kabupaten Sidoarjo itu masih mangkrak.

Menurut Harris, hasil pemeriksaan tim audit Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) kerugian negara senilai Rp 578 juta. "Namun, untuk uang cash yang kami sita senilai Rp 168 juta, termasuk dokumen-dokumen kontrak dan perjanjian proyek lainnya juga kami sita," bebernya.

Saat ini, penyidik sudah melimpahkan berkas tahap satu ke pihak penuntut umum Kejari Sidoarjo. "Sudah kami lakukan gelar bersama dengan penuntut umum," jelasnya dengan menyebut tersangka Mulyadi tidak ditahan karena kooperatif saat proses penyidikan. sg



Komentar Anda