Jadi Tersangka, Ketua DPRD Malang Mengundurkan Diri

 

ketua DPRD Arief Wicaksono mengumumkan pengunduran diri


SURABAYAPAGI.com, Malang,- Setelah ditetapkan KPK sebagai tersangka  atas kasus dugaan penerimaan gratifikasi dalam pembahasan APBD 2015, Ketua DPRD Kota Malang M Arief Wicaksono pun mengundurkan diri dari jabatannya sebagai ketua dewan. Pengunduran dirinya pun diumumkan secara resmi melalui konferensi pers di Kantor DPC PDIP Kota Malang yang terletak di Jln. Panji Suroso, Kamis (10/08).

Dalam pengunduran dirinya, Arief  didampingi oleh Sri Untari yang tak lain sebagai sekretaris DPD PDIP Jawa Timur.
" Saya mengambil sikap mengundurkan diri karena ingin berkonsentrasi dalam menghadapi kasus ini. Mulai saat ini, 10 Agustus 2017 saya menyatakan pengunduran diri sebagai Ketua DPRD Kota Malang Periode 2014-2019," jelasnya terhadap awak media. Selain itu Arief juga menegaskan bahwa gratifikasi yang disangkakannya tidak benar, "soal gratifikasi tersebut tidak ada,"tandasnya.

Sementara itu, setelah menggeledah Balai kota Malang, beserta beberapa kantor Satuan Kerja Perangkat Darah (SKPD), kini giliran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang untuk mencari beberapa data atas ditetapkannya tersangka Ketua Dewan terlibat kasus dugaan penerimaan gratifikasi dalam pembahasan APBD 2015/2016.

Hampir 8 jam, mulai jam 10.00 WIB sampai dengan 17. 35 WIB tim penyidik KPK beranggotakan puluhan menggeledah seluruh ruangan yang ada di Gedung Dewan, diantaranya 8 ruangan fraksi, 4 ruangan komisi beserta ruangan pimpinan DPRD," semua ruangan di geledah, termasuk semua ruangan pimpinan," ujar Bambang Suharijadi Selaku Sekretaris DPRD Kota Malang, ketika proses penggeledahan telah usai di hadapan seluruh awak media. Kamis (10/08).

Lalu apa sajakah yang diminta oleh KPK, Bambang mengatakan, bahwa risalah APBD 2016," Tidak ada permintaan khusus, cuma yang diminta risalah APBD tahun 2015/2016," ungkapnya.

Dalam pantauan, terlihat KPK juga memeriksa mobil CRV dinas dengan nomer plat N 983 BB milik Suprapto, Ketua Komisi C DPRD.

Seusai pemeriksaan, KPK tanpa satu kata pun keluar meninggalkan gedung dewan dengan membawa berkas kurang lebih 7 Koper berwarna merah dan hitam diangkut dengan menggunakan 11 Mobil. (Azm)



Komentar Anda