Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak.

SURABAYAPAGI.COM, Trenggalek – Wacana akan dibukanya tes CPNS tahun depan nampaknya masih perlu penggodokan. Mengingat Dana Alokasi Umum (DAU) banyak yang sudah terserap untuk gaji dan tunjangan ASN.

Pasalnya untuk gaji dan tunjangan ASN sendiri menyedot anggaran hingga Rp 660 Milyar yang diambil dari Dana Alokasi Umum (DAU). DAU diperoleh Pemkab dari pemerintah pusat seniali Rp 890 Milyar. Sehingga jika ada penambahakn ASN sudah dapat dipastikan anggaran DAU perlu ditambah.

Dari permasalahan tersebut Bupati Trenggalek Emil Dardak angkat bicara bahwa, saat ini wacana tersebut masih dalam penghitungan kebutuhan ASN di tahun depan yang akan diajukan ke Kemenpan RB. Namun, dipastikan kebutuhan ini tidak akan mencapai ratusan. “Sebenarnya setiap tahun ada banyak ASN yang purna tugas, jumlah ASN saat saya menjabat bupati hingga saat ini sudah berkurang ribuan,” ungkapnya.

Jadi memang ada kekurangan ASN dalam beberapa job desk tertentu. Namun kemarin Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) juga membuka dalam pemenuhan beberapa kekosongan dalam job desk. “Semua keputusan nantinya juga demi menjaga pelayanan terhadap masyarakat. Maka harus kita pertimbangkan hal tersebut dengan selektif dan bijak,” tegasnya.

Anggaran untuk gaji dan tunjangan ASN yang dibayarkan mencapai Rp 606 milyar tersebut bukan karena tidak efisien, tapi itu untuk membayar gaji dan tunjangan mayoritas guru dan tenaga kesehatan. Memang ada ketimpangan mengenai alokasi ASN. Ada yang mengalami surplus atau kelebihan jumlah ASN, tapi ada daerah yang defisit atau kekurangan.

Pihak pemerintah Trenggalek terus memperbaiki sistem e-formasi. “Saat ini kita butuh teknik sipil atau jabatan lain yang butuh keahlian karena sangat vital. Selain untuk membayar gaji dan tunjangan ASN, DAU Rp 890 milyar itu juga dialokasikan 10 persen untuk Alokasi Dana Desa (ADD) sekitar Rp 89 miliar untuk desa. Sisanya untuk membayar listrik, operasional rutin serta pelayanan masyarakat,” pungkasnya. har