Jembatan merah putih di ambon

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan pembangunan kantor pemeliharaan dan penataan kawasan di kaki Jembatan Merah Putih, Kota Ambon yang diresmikan pada Januari 2018.

Melalui kantor tersebut,monitoring kini bisa terus dilakukan terhadap kondisi jembatan menggunakanStructural HealthMonitoring System (SHMS) melalui layar besar (displaywall), sehingga dapat dilakukan tindakan pencegahan ataupun perbaikan jika terjadi kerusakan atau hal lain yang mengancam keamanan jembatan.

Direktur Jenderal Bina Marga, Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto mengatakan, sensor-sensor yang terpasang di antaranya sensor pengukur gaya kabel yaitu sensor electro magnetik, sensor pengukur kecepatan dan arah angin, sensor kemiringan pylon, sensor pengukur getaran dan frekuensinstruktur, sensor pengukur getaran gempa, dan sensor pengukur ambient temperature.

Jembatan Merah Putih di Ambon
Jembatan Merah Putih di Ambon Foto: Pool/Kementerian PUPR


Adanya kantor pemeliharaan ini diharapkan dapat menunjang terselenggaranya pemantauan dan monitoring kondisi struktural Jembatan Merah Putih. Menurut Arie, adanya kantor pemeliharaan ini merupakan suatu langkah maju karena pemerintah tidak hanya bisa membangun namun juga mampu melakukan pemeliharaan.

"Saya minta agar selalu dipelihara karena makin tinggi teknologi, semakin sensitif dan perlu dipelihara dengan baik," kata Arie dalam keterangan tertulis seperti dikutip Surabayapagi.com, Sabtu (3/2/2018).

Jembatan Merah Putih
Jembatan Merah Putih Foto: Pool/Kementerian PUPR


Gedung ini juga akan dijadikan tempat pembelajaran bagi para profesional maupun masyarakat umum yang ingin mengetahui profil Jembatan Merah Putih. Selain membantu konektivitas, jembatan ini juga diharapkan dapat dikembangkan sebagai tempat wisata.

"Jembatan harus bisa menjadi ikon sebuah kota. Sayang kalau tidak dimanfaatkan. Kita pun akan lakukan hal yang sama dengan menata arsitektur dan lansekap di sekitar Jembatan Holtekamp di Papua dan Jembatan Tayan di Kalimantan," ucap Arie.

Adapun Jembatan Merah Putih sepanjang 1.140 meter diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 4 April 2016. Jembatan ini menjadi jembatan terpanjang di kawasan Indonesia Timur. Jembatan ini menghubungkan sisi utara Kota Ambon, tepatnya Desa Rumah Tiga (Kecamatan Sirimau) dan Desa Hative Kecil (Kecamatan Teluk Ambon) pada sisi selatan.

Sebelum ada Jembatan Merah Putih, jarak dari Bandara Intenasional Pattimura ke Kota Ambon (sekitar 35 kilometer) harus ditempuh selama 60 menit dengan memutari Teluk Ambon. Alternatif lain adalah dengan menggunakan kapal penyeberangan (ferry) dengan waktu tempuh 20 menit, belum termasuk waktu antre. (dtk/irs)