Kapolres memediasi antara Pemkab Jember dengan Perwakilan Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT). (SP/ANDIK)

SURABAYAPAGI.COM, Jember - Setelah beberapa kali menemui jalan buntu karena pihak Pemkab Jember tidak hadir untuk menemui Perwakilan Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang dimediasi dewan, kali ini GTT dan PTT diwakili oleh Ketua PGRI Jember meminta bantuan, Selasa (2/1/18).

Sebagai upaya terakhir, Supriyono selaku oleh Ketua PGRI Jember meminta kepada Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo, untuk memediasi perwakilan GTT dan PTT.

“Meski sudah ada upaya melalui dewan namun ternyata pihak bupati tidak pernah mau mendengarkan aspirasi kami,” ungkap Supriyono.

Permintaan perwakilan GTT dan PTT tersebut disambut positif oleh Kapolres. Dirinya berjanji akan semaksimal mungkin dalam melakukan negosiasi dengan bupati

“Karena pihak PGRI meminta kepada saya untuk memediasi dengan bupati, akan saya usahakan semaksimal mungkin untuk menjalankan permintaan tersebut sebab ini berdampak kepada ribuan GTT dan PTT, mudah-mudahan ini berhasil ," tegasnya.

Lebih lanjut menurut Kapolres, upaya untuk melakukan negosiasi kepada bupati adalah langkah positif untuk menjaga stabilitas dan keamanan di Jember.

"Sesuai tupoksinya, polisi akan melakukan langkah persuasif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dan persoalan ini juga menjadi tanggung jawab polisi sesuai tupoksinya," imbuhnya.

Meski tidak diundang secara langsung oleh dewan, Kapolres yang hadir dalam agenda dengar pendapat antara pihak GTT dan PTT di dewan ternyata menjadi salah satu alternatif terakhir bagi GTT dan PTT dalam menyuarakan tuntutan mereka kepada bupati. ndik