Jelang Tahun Baru, Puger Sepi Ikan

 

Ibu Pia, (45) Pedagang Ikan TPI, (Tempat Pelelangan Ikan) Puger. (SP/ANDIK) 


SURABAYAPAGI.COM, Jember - Tahun baru yang tinggal beberapa hari ke depan memaksa para pedagang harus memutar otak untuk menyiasati kelangkaan ikan akibat cuaca buruk yang terjadi di wilayah Puger, Jember selatan.
 
Hampir 2 minggu ini para pedagang harus mengambil ikan di daerah lain seperti Banyuwangi dan sekitarnya untuk memenuhi kebutuhan ikan di wilayah puger dan sekitarnya.
 
Berdasarkan keterangan ibu Pia, (45) selaku pedagang ikan, nelayan yang melaut rata-rata hanya mendapatkan ikan Caek dan Banyar yang nilai ekonomisnya tidak sepadan dengan resiko cuaca, Rabu, (28/12/2017).
 
Untuk menyingkapi kelangkaan ikan dan memenuhi kebutuhan daganganya jelang tahun baru, ia harus pergi ke TPI Mayangan Kabupaten Probolinggo untuk membeli ikan yang sering dicari masyarakat, seperti ketika ikan Kerapu, Kakap dan Putihan.
 
Kelangkaan tersebut menyebabkan harga ikan menjadi melonjak naik, "seperti contoh ikan kerapu yang biasanya perkilo Rp 35 ribu sekarang bisa Rp 50 ribuan,  dan begitupun ikan kakap biasanya Rp 25 ribu perkilo sampai Rp 40 ribu dan hal tersebut juga pada ikan putihan biasanya perkilo Rp 32 ribu sampai Rp 40 ribu. Ketiga ikan itu memang menjadi favorit untuk bakaran warga di malam pergantian tahun," ucap Pia.
 
Hal serupa juga dirasakan nelayan bernama Sunardi, (36) asal Puger Kulon yang tidak bisa melaut akibat cuaca buruk.
 
"Ditengah laut ombak terlalu besar. Dan jika pun terpaksa melaut ikan sulit didapat dan juga resiko kapal dan nyawa terlalu dipertaruhkan," ungkapnya.
 
Kepala UPT P2SKP Puger Zainul saat ditemui di kantornya mengatakan, "ikan tidak muncul akibat angin barat 2 minggu terahir ini, selain itu juga gelombang ditengah bisa 4 meter dan juga disertai badai dan hujan lebat. Kendala itulah ikan sulit didapat dan hal ini menurut prediksi dan tahun sebelumya akan berahir hingga bulan maret mendatang," ujarnya. Ndik



Komentar Anda