Veteran Mbah Surip: Saya Titip Negara Ini, Dahulu Merdeka Tidak Gampang

 

Veteran Surip, (91) Veteran Pejuang Kemerdekaan Asal Kecamatan Semboro, Jember


SURABAYAPAGI.com, Jember-Pangkat terahir Kopral itulah mbah Surip asal Kecamatan Semboro, Jember. Mbah Surip mempunyai 8 anak dengan beberapa cucu dan cicit. Mbah Surip hidup bersama anaknya di Dusun Sidomulyo, RT/RW 1/7, Desa Semboro setelah sang istri meninggal beberapa tahun lalu. 

 

Surip pria asli kelahiran Semboro pada tahun 1926 tersebut kini berumur 91 tahun, kesehatan beliau secara fisik masih sehat, namun kendala pendengaran yang kurang begitu baik. Beliau ketika di ajak bicara kalau kurang dengar dirinya tersenyum lebar sambil kelihatan gigi yang ompong dimakan usia. 

 

Mbah Surip juga bercerita soal kelamnya perjuangan untuk mencari kemerdekaan seutuhnya terlihat dari sorot matanya saat bercerita. Menurutnya, waktu itu saling bahu membahu dan berjuang demi anak cucu merasakan kemerdekaan seutuhnya. 

 

Mbah Surip sambil meneruskan cerita tak lupa juga menghisap rokok di tangannya.

 

"Waktu jaman Belanda menjajah saya berumur 15 tahun dan mendaftar tentara bersama kawan kawan di Madiun dan diterima menjadi TKR atau tentara keamanan rakyat, dari situlah saya terjun mencari jati diri dan memikul tanggung jawap merebut kemerdekaan Indonesia bersama ratusan kawan untuk bergerilya" ucapnya. 

 

Lalu Mbah Surip melanjutkan ceritanya dengan lantang. “Saya sendiri sampai lupa berapa puluh kali ikut perang,  pokoknya ada musuh menyerang kami balik menyerang. Waktu itu hingga di madiun sendiri suasana belum aman saya akhirnya membawa keluarga saya hijrah ke Kecamatan Semboro dan meneruskan perjuangan disini. Jaman dulu ketika kami sudah lelah ada salah seorang bilang ‘merdeka’ kami semua terbangun dan meneruskan perjuangan meski di dalam hutan sekalipun dan makan seadanya, kedinginan, kehujanan hal biasa bagi kami demi kemerdekaan Indonesia. Aku titip negoro iki bien iso merdeka ora gratis (Saya titip negara ini, karena dulu untuk merdeka tidak gratis),” tuturnya. 

 

Mbah Surip berpesan, bagi para penerus bangsa, tanggal 10 November peringati dan hargailah perjuangan Pahlawan. “Kalau jaman dulu musuhnya kelihatan tinggal tembak, namun jaman sekarang itu sulit karena musuhnya bangsa sendiri,” tambahnya. (ndik)

 



Komentar Anda