BPBD Targetkan 2019 Jatim Bebas Kekeringan

 

Ilustrasi.


SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur mentargetkan kekeringan di Jatim akan tuntas pada 2019. Indikasi ini terlihat dari berkurangnya desa yang mengalami kekeringan setiap tahunnya.

"Dari total 900 desa yang mengalami kekeringan, kini tinggal 400 desa saja," ujar Kepala BPBD Jatim, Sudharmawan, kemarin.

Ia merinci selama dua tahun ini saja, daerah  yang mengalami penurunan kekeringan  terus berkurang setiap tahunnya  dari sekitar 600 desa di tahun 2016 menjadi sekitar 400 desa di tahun 2017 ini. Beberapa desa yang sudah tertangani tersebut memiliki peluang untuk bisa dialiri air bersih di tahun-tahun yang akan datang baik itu mengaliri air bersih melalui sumur bor atau juga melalui cara yang lainnya.

Pria yang akrab dipanggil Wawan ini mengatakan, saat ini memang ada beberapa daerah yang sulit untuk mendapatkan air bersih dan oleh karena itu akan dicarikan solusinya. "Untuk solusi jangka pendek tentunya dengan pasokan air bersih dan untuk jangka panjang akan dicari cara supaya masyarakat bisa mendapatkan pasokan air bersih secara terus menerus, apakah lewat sumber air pegunungan melalui pipa atau membuat sumur bor," ujarnya.

Bakal calon Wabub Bangkalan ini menambahkan, saat ini pihaknya memiliki anggaran dana yang digunakan untuk kondisi kegawat daruratan yang berjumlah lebih dari Rp 100 miliar. Dana tersebut setiap tahunnya tidak habis dan siap digunakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

"Sejauh ini penanganan masalah kekeringan sudah bisa diatasi oleh pemerintah kabupaten dan juga dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Nantinya, kalau kami merasa membutuhkan bantuan, akan menghubungi kepada pemerintah pusat," tandasnya. arf

 



Komentar Anda