Diduga Upaya Selamatkan Aset, Terkait Sumber Waras

 

Keluarga Ahok tampak harmonis di foto ini


Kabar Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menggugat cerai istrinya, Veronica Tan, dari balik penjara Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, menjadi buah bibir. Sebab, selama ini keluarga mantan Gubernur DKI Jakarta ini tampak harmonis. Wanita cantik ini juga sudah memberi Ahok tiga anak. Namun faktanya, kabar perceraian Ahok-Veronica ini semakin memanas dan menjadi bahasan di grup-grup media sosial. Apalagi , beredar desas-desus yang menyebutkan ada pihak ketiga yang memicu Ahok memutuskan cerai terhadap Veronica. Selain dugaan isu perselingkuhan, kabar lain menyebutkan bahwa di balik perceraian itu bermotif melindungi aset-aset yang dimiliki Ahok dan Veronica Tan. Ini meniru modus yang dilakukan mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Thaksin Shinawatra pada 2008 silam. Dugaan ini mencuat lantaran kasus RS Sumber Waras yang disebut-sebut melibatkan Ahok, belum clear. Benarkah kabar yang beredar tersebut?
--------------

Saat KPK menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR, tahun lalu, Ketua KPK Agus Rahardjo menegaskan kasus dugaan korupsi pembelian lahan Rumah Sakit (RS) Sumber Waras seluas 3,64 hektar, belum dihentikan. “Kami belum memutuskan untuk berhenti karena masih ada informasi yang harus kami gali,” ucap Agus kala itu.

Kasus RS Sumber Waras mencuat setelah BPK dalam LHP atas Laporan Keuangan DKI Jakarta 2014 menyatakan pembelian tanah itu berindikasi merugikan keuangan daerah hingga Rp191,3 miliar, karena harga pembelian Pemprov DKI terlalu mahal. BPK mengacu pada harga pembelian PT Ciputra Karya Utama (CKU) kepada Yayasan Kesehatan Sumber Waras (YKSW) tahun 2013 sebesar Rp564,3 miliar. CKU kemudian membatalkan pembelian lahan itu karena peruntukan tanah tidak bisa diubah untuk kepentingan komersial.

Diketahui sebelumnya, bahwa Pemprov DKI saat dipimpin Ahok diketahui mengeluarkan mahar tak kurang dari Rp 800 miliar kepada Yayasan Kesehatan Sumber Waras untuk membeli lahan tersebut, dan pembeliannya menggunakan dana APBD tahun 2014. Rencananya RS Sumber Waras akan diubah menjadi rumah sakit khusus kanker dan jantung. Namun, pembangunannya terhenti hingga sekarang karena ada dugaan tindak pidana korupsi.

Menariknya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno kembali meramaikan kasus pembelian lahan Sumber Waras itu. Sandi kini meminta Yayasan Kesehatan Sumber Waras (YKSW) mengembalikan dana Rp 191 miliar. Angka sebesar itu dianggap sebagai kelebihan bayar dari Pemprov DKI ke YKSW.

Nah, kemudian mencuat dugaan kepentingan lain di balik prahara rumah tangga Ahok. Perceraian ini disinyalir sebagai upaya penyelamatan harta yang didapat Ahok dari hasil korupsi tersebut, sehingga apabila dalam proses hukumnya Ahok dinyatakan bersalah, tidak keseluruhan harta dan asetnya disita oleh KPK.

"Kalau memang terjadi perceraian antara Ahok dan Veronica Tan maka akan ada pembagian harta gono gini yang kami duga pembagian harta gono gini itu untuk menyelamatkan harta yang selama ini didapatkan oleh Ahok," kata Novel Bamukmin, Wakil Ketua Advokasi Cinta Tanah Air (ACTA), kemarin. Ia menyebut jika pihaknya sebagai pelapor kasus dugaan korupsi Rumah Sakit Sumber Waras.

Demi mengungkap kebenaran dugaan tersebut, Novel bersama rekan-rekan di ACTA menegaskan akan terus mengawal perceraian Ahok dan Istrinya. Serta meminta KPK untuk terus bekerja mengusut dugaan penyelewengan dana APBD pembelian RS Sumber Waras. "Kami meminta KPK untuk menelusuri kasus RS Sumber Waras," tandasnya.

 

 



Kasus dugaan korupsi RS Sumber Waras yang menyeret Ahok, belum clear hingga sekarang. KPK masih melakukan penyidikan atas kasus ini


Dikaitkan Video Hotman
Di media sosial dan grup-grup WhatsApp, spekulasi dugaan penyelamatan aset di balik perceraian Ahok-Veronica ini dikaitkan dengan video yang dibuat oleh pengacara senior Hotman Paris Hutapea. Dalam video yang dibikin Hotman pada malam Tahun Baru 2018 di Bali itu, ia mengungkapkan tentang bagaimana cara penyelamatan aset bila ada gejala suami pailit atau harta suami terancam disita oleh pihak berwenang.

Hotman menyarankan, suami dan istri menandatangani perjanjian pisah harta, memindahkan semua aset jadi nama istri. Ini sesuai keputusan Mahkamah Konstitusi bahwa perjanjian pisah harta bisa dibuat sesudah menikah.

Hotman mengatakan, apabila tidak dibuat, jika suami pailit maka seluruh harta gono-gini atas nama istri juga akan ikut dilelang untuk melunasi utang pailit atau untuk membayar utang suami. "Amankan harta Anda dengan perjanjian pisah harta sesudah perkawinan," saran Hotman dalam video singkat tersebut.

Sejauh ini memang ada spekulasi yang menyamakan skenario Ahok-Veronica ini dengan perceraian mantan Perdana Menteri (PM) Thailand, Thaksin Shinawatra, dengan istrinya, Pojaman Shinawatra, pada 2008 silam. Thaksin, yang dilengserkan dari kursi kekuasaan, divonis inabsentia dua tahun penjara oleh pengadilan Thailand pada Oktober 2008 dengan tuduhan menyalahgunakan kekuasaan saat menjadi perdana menteri.

Usai perceraian itu terberitakan, muncul analisa bahwa perceraian Thaksin bermotif melindungi aset-aset yang sebagian besar atas nama Pojaman. Karena, usai perceraian itu sah, Thaksin tetap terlihat satu rumah dengan "mantan" istrinya dan berjalan-jalan berdua ke luar negeri.

Alasan Masalah Privat
Meski spekulasi itu jadi perbincangan banyak pihak, namun hingga kini pihak Ahok belum juga menanggapi hal itu. Josefina A Syukur, pengacara Ahok menegaskan alasan Ahok menggugat cerai istrinya, Veronica Tan, adalah urusan pribadi (privat). Hal ini tak bisa dibuka ke publik. "Ini masalah privat. Jadi, kita enggak bisa kasih tahu," kata Fina.

Menurut dia, sejak surat gugatan cerai Ahok viral, dirinya menerima banyak panggilan melalui telepon. Dia mengaku banyak pihak yang menanyakan mengapa Ahok menalak Vero, sapaan Veronica. "Terlalu banyak telepon, saya pusing. Ada yang saya jawab ada yang enggak," jelas dia.

Ia menyebut dirinya sebagai pengacara terikat kode etik. Ahok dan tim kuasa hukum telah bersepakat tak membeberkan alasan gugatan perceraian itu. Fina telah menjelaskan hal itu pada setiap panggilan telepon yang menanyakan alasan Ahok. Fina juga tak bersedia memberi informasi tentang kapan keretakan hubungan Ahok dan Vero muncul. Apakah sejak lama atau baru-baru ini. "Saya enggak boleh kasih keterangan apa pun," tandasnya. n Tim SP



Komentar Anda