Mobil Dirampas Leasing, Ini Hasil Laporan Polisi?

 

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Meski pihak perusahaan leasing tak lagi dapat menarik secara paksa kendaraan nasabahnya alasan telat atau gagal membayar cicilan bulanan.

Namun faktanya, penarikan tersebut masih saja ada perusahaan leasing yang melakukan hal itu. Peristiwa ini terjadi di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Korbannya pun sempat melaporkan kejadian ini ke Polres Gresik sesuai laporan polisi No. 321/XI/2017 tertanggal 21 November 2017. 
 
Sayangnya, laporan korban tersebut seolah lenyap ditelan bumi. Padahal, jajaran kepolisian dari berbagai daerah kerap merilis terkait larangan menarik paksa kendaraan kredit dari tangan nasabah. Pasalnya, menarik paksa merupakan tindakan yang bertentangan dengan hukum.
 
Dan bertolak belakang dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.130/PMK.010/ 2012 tentang pendaftaran Fidusia bagi perusahaan pembiayaan yang dikeluarkan tanggal 7 Oktober 2012.

Dengan diberlakukanya peraturan tersebut, jika pihak leasing masih tetap menarik secara paksa, maka tindakan leasing melalui Debt Collector/mata lelang yang mengambil secara paksa kendaraan di rumah, merupakan tindak pidana pencurian.
 
Bila pengambilan Motor/mobil dilakukan oleh Debt Collector dijalan maka hal itu merupakan perbuatan yang melanggar hukum, dengan tindak pidana Perampasan.

Nah, salah seorang korban penarikan paksa kendaraannya oleh pihak leasing ialah Alfina Sholihatin. Warga berusia 34 tahun dan tinggal di Kauman Rt.02 Rw.01 Kecamatan Sidayu, Gresik ini pun membawanya ke jalur hukum dengan melaporkan kejadian yang dialaminya itu ke polisi.
 
Nah, entah apa yang terjadi laporan korban Alfina tersebut, tak kunjung ada progres. Pihak petugas yang menangani pun, tak terdengar apakah telah menetapkan tersangka atau bagaimana. 
 
Kasatreskrim Polres Gresik AKP Adam Purbantara yang dikonfirmasi hal ini melalui telepon selulernya, menjawab dengan singkat. Sebentar, saya cek. 
 
"Sudah tanya dengan korban?," tanyanya balik kepada Surabayapagi.com, Kamis (8/2/2018) sore.
 
Sedangkan Rahmat, suami korban Alfina yang dihubungi Kamis (8/2/2018) malam mengatakan pihaknya sudah tidak mengurusi lagi laporan yang disampaikan ke polisi dengan alasan buta hukum, tak tahu berurusan dan lelah. Tidak dijelaskan pasti terkait kutipan kalimat lelah dimaksud.
 
"Sudahlah, kita pasrahin aja pada Allah. Karena pakai pengacara juga ya begitu-begitu saja, tidak ada progres," tegasnya.
 
Dikatakan, ia bersama istrinya melaporkan kasus ini ke polisi dengan tujuan, agar pihak leasing tidak semena-semena menarik kendaraan kredit dari nasabah. 
 
"Cukup sayalah yang korban," imbuh Rahmat.
 
Sebagaimana dikisahkan, pada Selasa (21/11/2017) mobil Suzuki Ertiga Nopol W 1562 BU yang dikredit dari PT Mandiri Tunai Finance (PT MTF) Jalan RA Kartini, Gresik, diambil paksa oleh yang mengaku karyawan dari PT MTF.
 
"Sebelum diambil, pihak leasing meminta istri saya datang ke kantornya melalu pesan WA. Alasannya untuk membicarakan baik-baik tentang keterlbatan pembayaran cicilan," kisah Rahmat yang datang langsung di sekretariat PWI Gresik.
 
Masih Rahmat, sesampai di kantor leasing tersebut, karyawan yang sudah menungguh disana langsung menggiringnya ke lantai II. Tak berselang lama, seorang karyawan mendekati di lantai II dan meminta kunci kontak mobil tersebut dengan dalih ingin mengecek kondisi mobil. 
 
"Saya pun turun ke parkiran bersama, dan pintu mobil dibuka. Karyawan tadi pun mengecek mobil, tapi rupanya itu hanya modus karena setelah itu kunci diminta paksa untuk diamankan," tambahnya.
 
Kunci pun beralih tangan dari Rahmat ke karyawan,setelah mereka pulang dan.menuju parkiran, mobil sudah tidak ada. Barang-barang milik korban ditaruh di tepi halamam parkir dekat tong sampah. Perlakuan tak beretika inipun di laporkan ke polisi. Mis
 
 
 



Komentar Anda