Pedagang cabe di Pasar Baru yang mulai minim pasokan cabenya gara-gara pasokan di petani mulai menipis. (SP/MIS)

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Salah satu bahan pangan pokok masyarakat yang harganya masih melambung tinggi di Kabupaten Gresik, Jawa Timur ialah cabe rawit. Tak tanggung-tanggung kenaikan harganya mencapai 50 persen dari harga semula.

Kenaikan harga cabe rawit ini tidak hanya terjadi di Pasar Baru, Jalan Gubernur Suryo dan Pasar Krempyeng. Tetapi di Pasar Sidomoro, Jalan Dulasim juga terjadi kenaikan.

Dari informasi yang dihimpun Surabaya Pagi, Kamis (11/1/2018), kenaikan harga cabe rawit ini terjadi sejak dua pekan lalu. Bayangkan harga cabe rawit saat ini di tiga pasar besar di Gresik kota tersebut per ons antara Rp 3 ribu hingga Rp 3.700 atau Rp 60 ribu hingga Rp 67 ribu per kilogram. Harga ini tentu saja mengganggu alokasi keuangan ibu-ibu rumah tangga, karena kenaikannya sangat fantastik dibanding harga semula.

Selain cabe rawit, beras juga mengalami kenaikan harga. Yang semula beras harga Rp 9 ribu per kilogram kini menjadi Rp 10 ribu per kilogram. Bahkan ada yang Rp 11 ribu. Begitu juga beras yang sebelumnya Rp 11.500 per kilogram kini naik menjadi Rp 12.500 per kilogram.

Salah satu pedagang Pasar Baru, Nandia (36) mengakui adanya kenaikan harga cabe rawit. Bahkan kenaikannya cukup pedas mencapai level 50 persen dari harga sebelumnya. Menurutnya, cabe rawit ini sebelumnya seharga Rp 2 ribu per ons atau Rp 20 ribu per kilogram dan sekarang sudah berada di level Rp 60 ribu hingga Rp 65 ribu per kilogram.

Kenaikan harga dua bahan pokok ini belum diketahui pasti penyebabnya. Namun sejumlah pedagang mengakui jika akhir-akhir ini distribusi dari petani menurun. Alasannya, tingginya curah hujan yang terjadi belakangan ini, membuat petani cabe gagal panen, karena cabe yang terkena air hujan secara berlebihan menimbulkan cabe jadi rusak dan busuk.

"Beras juga begitu, karena di beberap tempat petani gagal panen akibat tanaman padi mereka terdampak banjir," ujar Nandia.

Berbeda dengan pedagang, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Gresik Agus Budiono justru membantah kenaikan harga dua komoditi tersebut. Menurutnya, hasol monitorong pihaknya, tidak ada kenaikan harga. Apalagi kalau mencapai 50 persen.

"Kita ini memantau terus pergerakan harga. Tidak ada kenaikan kok. Aman untuk Gresik," katanya.

Apa yang dikemukakan Kadiskoperindag ini, tentu saja berbeda dengan fakta di lapangan. Pasalnya, kenaikan harga cabe rawit dan beras, memang terjadi saat ini. Seoramg agen beras di Tlogopojok, Jalam Gubernur Suryo, Adi mengakui jika harga beras di Gresik ada kenaikan.

"Harga beras naik. Sudah dua pekan ini kenaikan harga ada. Ya rata-rata kenaikannya Rp 1.500 dan Rp 2.500," tandasnya. Mis