Sambari Mutasi 214 Pejabat

 

Bupati Sambari didamping Wabup Qosim menyaksikan pejabat menandatangani naskah mutasi. (SP/M.AIDID)


SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Bupati Sambari Halim Radianto mulai merotasi sejumlah pejabat eselon II jelang mutasi besar-besaran pada tahun depan. Sebab pada 2018 mendatang ada sekitar 10 pejabat senior setingkat kepala dinas bakal mengakhiri masa tugas. Kemarin, Senin (13/11/2017) sejumlah pejabat baik eselon II, III hingga IV terkena gerbong mutasi. Jumlahnya mencapai 214 orang, empat orang diantaranya adalah jabatan pimpinan tinggi pratama atau eselon II.

Keempatnya adalah Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Agus Mualif dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Mulyanto yang saling bertukar posisi. Pertukaran jabatan serupa juga dialami Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Hermanto TH Sianturi dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumarno.  

Rotasi keempat pejabat senior tersebut sedikit menarik dengan digesernya Agus Mualif sebagai kadisnakertrans. Pasalnya selama ini Agus dikenal sebagai pejabat yang sulit tergantikan kendati banyak pihak termasuk para wakil rakyat di parlemen sudah berkali-kali mengusulkan. Karena Agus dianggap sebagai pejabat yang gagal membesarkan pundi-pundi PAD dari sektor perizinan. Namun toh dia tetap bertahan sejak kurun periode pertama Sambari menduduki kursi bupati. 

Sementara pada mutasi eselon III juga ada hal menarik ketika Agustin H Sinaga yang baru beberapa bulan menempati pos sebagai sekretaris Dinas Polisi Pamongpraja tiba-tiba saja kemarin mengikuti upacara pelantikan di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Lantai 4. Ternyata pejabat jebolan STPDN ini digeser menjadi sekretaris dinas perhubungan. Sementara jabatan lamanya diisi Syamsul Hidayat, mantan sekretaris inspektorat.

Kasak-kusuk pun beredar bahwa bergesernya Sinaga ke dishub tidak lain karena kerap terjadi gesekan di Dinas Satpol PP sejak pejabat bersuku Batak ini dipromosikan Sambari ke institusi polisi pengawal Perda. Sepertinya ada dua komando yang dialami anak buah di bawah. 

Menyikapi mutasi kali ini, Sambari mengatakan, dia dan baperjakat sudah melakukan proses yang benar sesuai aturan.

"Mutasi ini adalah hal biasa dan normatif berdasarkan aturan dan pertimbangan yang matang," ucapnya. did



Komentar Anda