Polsek Manyar Bekuk 6 Pelaku Pembunuhan Sadis

 

Polsek Manyar Bekuk 6 Pelaku Pembunuhan Sadis


SURABAYAPAGI.com, Gresik - Hanya butuh waktu lima hari, unit Reskrim Polsek Manyar, Kabupaten Gresik akhirnya berhasil membekuk enam pelaku pembunuhan sadis Wahyudi (58), warga Jalan Kemuning 2 No.25 Kecamatan Candi Mulyo, Jombang. 
 
Dari data yang diperoleh dari Polsek Manyar, enam pelaku yang dibekuk yakni Mattura (50), Suyono, Imam Fauzi, Sandy Fadhoni, Dwi Priyanto dan Choirul Arifin. Para pelaku ini merupakan warga asal Meduren, Kecamatan Manyar dan Tlogopohok, Kecamatan Gresik. 
 
Keenam pelaku nekat menghabisi nyawa korban Wahyudi dengan memukul kayu balok, mengikat tangan, kaki dan memakani tanah hingga tewas mengenaskan di tempat.
 
"Keenam tersangka ini kita tangkap setelah saksi-saksi diperiksa dan mengarah ke mereka sebagai pelakunya. Motifnya karena pelaku kesal ulah korban yang mengganggu warga di jalan," ujar Kapolsek Manyar AKP Rian Septia K, didampingi Kanitreskrim Polsek Manyar Ipda Yoyok Mardi, Selasa (14/11/2017).
 
Selain mengamankan pelaku, lanjut AKP Rian, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa potongan balok panjang sekitar satu meter dan tali rafia yang dipakai mengikat kedua tangan dan kaki korban.
 
Disebutkan AKP Rian, pembunuhan yang mengakibat nyawa orang lain melayang ini, tergolong sadis. Betapa tidak, korban dianiyah secara bersama, dipukul kayu balok, diseret dan diikat tangan dan kakinya hingga mulutnya dimasukan tanah sampai korban tewas. Celakanya, usai dikeroyok dan tewas, pelaku meninggalkan jenazah korban tergeletak begitu saja. 
 
"Beruntung ada warga yang menemukan jasad korban sehingga segera ditangani," tambah Rian.
 
Peristiwa ini sangat disesalkan oleh Rian. Pasalnya, hanya gara-gara warga main hakim sendiri mengakibatkan orang meninggal dunia. Mestinya, warga menyerahkan persoalan ini ke petugas sehingga tidak menimbulkan kerugian kedua pihak. 
 
Seperti diketahui, peristiwa ini bermula korban melintas di daerah Meduren. Saat melintas, diduga mengganggu orang di jalan. Warga yang kesal melihat ulah korban naik pitam. Pengeroyokan pun terjadi. 

Sementara itu, Ipda Yoyok mengatakan, jenazah korban ditemukan oleh warga dalam kondisi tangan dan kaki terikat tali rafia. Sementara bagian tubuh terdapat bekas memar dan mulut penuh tanah.

"Kejadian ini pada 4 November 2017 sekitar pukul 03.00 Wib. Tetapi jenazah ditemukan warga pukul 06.00 di tiang listrik depan SPBU Meduren, Manyar," terang tambah Ipda Yoyok Mardi. 
 
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, keenam pelaku kini mendekam di tahanan Polsek Manyar. Dan dijerat Pasal 170 Ayat (2) dengan ancaman kurungan di atas 10 tahun. Mis



Komentar Anda



Berita Terkait