Kisah IKEA Sukses Ubah Pola Belanja Perabot Warga Dunia

 

Ingvar Kamprad


SURABAYAPAGI.com - Pendiri IKEA Ingvar Kamprad tutup usia akhir pekan lalu. Semasa hidupnya, Ingvar dinilai sukses membangun kerajaan furnitur di dunia dan mengubah cara berpikir masyarakat internasional tentang berbelanja perabot. 

Sejak didirikan pada 1943, IKEA kini telah memiliki 412 toko di lebih dari 40 negara. Toko-toko itu pun terus bertambah meskipun ada gempuran belanja online yang kini menghantam beberapa raksasa ritel dunia. 

 

Analis Industri Perabot Rumah Tangga, Warren Shoulberg menilai, konsep jualan IKEA telah berhasil membuat konsumen tidak hanya bertahan berjam-jam di toko. Tapi, juga membuat mereka berulang-ulang kembali ke toko tersebut. 

 

Apalagi menurutnya, membutuhkan keberanian dan keputusan yang tepat bagi seseorang untuk menentukan perabotan apa yang akan di pakai di rumahnya selama bertahun-tahun. IKEA dinilai mampu menjawab kebutuhan tersebut. 

"Sebelum IKEA datang, belanja furnitur adalah tugas berat yang membuat banyak orang takut. Lalu IKEA muncul dan berkata, Anda bisa membeli sesuatu yang bisa digunakan untuk beberapa tahun dan, bahkan menyimpannya lebih lama untuk anak dan cucu Anda," ungkapnya dikutip dari Washington Post, Senin 29 Januari 2018.  

IKEA menurutnya juga sukses membentuk maindset para konsumennya. Toko furnitur konvensional mungkin menjual barangnnya secara terpisah, tapi IKEA menampilkan barang yang dijualnya berdasarkan ruangan, sehingga pembeli mendapatkan gambaran yang utuh dari fungsi dan estetika furnitur yang dibeli. 

"Mereka memberikan pengalaman, penataan dan ide dekorasi. Bahkan Anda bisa seolah-olah mampir ke kafe untuk makan bakso ala Swedia di sana (Toko IKEA)," tambahnya. 

Tidak hanya itu, menurut Ahli Klinis Perilaku Manusia, Ramani Durvasula, pengaruh konsep toko IKEA juga tak jarang menimbulkan perselisihan atau pertengkaran dengan pasangan mereka. Khususnya terkait perabot apa yang akan mereka gunakan sehari-hari.

"Toko itu secara harfiah bisa juga menjadi mimpi buruk suatu hubungan," tambahnya. 

Secara estetika Ingvar juga berhasil dengan gagasannya menjual produk furnitur secara knock down atau bongkar pasang. Konsep tersebut membuat pendistribusian dan penggunaan produk furnitur lebih efisien dan ekonomis, daripada perabot yang harus dikirim secara utuh. 

"IKEA memunculkan gagasan revolusioner tentang furnitur flat pack," Kata Managing Director Perusahaan Riset Global Data Retail, Neil Sunders. 

Dengan konsep dan kepraktisannya tersebut, Ingvar melalui IKEA pun telah melengkapi jutaan interior properti seperti rumah, apartemen di seluruh dunia. Dia pun sukses menularkan estetika Skandinavia ke dalam hunian masyarakat internasional. (viv/cr)

 



Komentar Anda



Berita Terkait