Marsekal Hadi Bisa Jadikan TNI Tentara Rakyat

 

Pada tahun 2016-2017 Marsekal Madya (Marsdya) Hadi Tjahjanto kembali dipromosikan menjadi Inspektur Jenderal Kementerian Pertahana


SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo menuturkan alasannya mengapa dia mengajukan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjadi Panglima TNI yang baru kepada DPR. Jokowi mengaku, memilih Marsekal Hadi karena ia adalah figur yang dianggap memiliki kepemimpinan dan kemampuan membuat TNI menjadi lebih baik.

"Saya menyakini beliau memiliki kepemimpinan dan kemampuan yang kuat dan bisa membawa TNI ke arah yang lebih profesional sesuai jati dirinya yaitu tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional," kata Jokowi di Bandung, Senin 4 Desember 2017. Ia juga memastikan, pengajuan nama Hadi Tjahjanto menjadi calon pengganti Jenderal TNI Gatot Nurmantyo itu sudah sesuai prosedur.

Pengajuan nama Marsekal Hadi Tjahjanto terungkap pada Senin pagi ini saat Menteri Sekretaris Negara Pratikno berkunjung ke DPR. Di DPR, Pratikno menyerahkan surat yang ternyata merupakan pemilihan Hadi sebagai calon pengganti Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Presiden Jokowi sendiri mengatakan, pengajuan nama Tjahjanto yang kini adalah kepala staf TNI AU ini murni karena Nurmantyo akan segera memasuki pensiun.

Selain itu, Jokowi juga menilai pengusungan Hadi sesuai mekanisme normal meski masa dinas Gatot akan berakhir pada 2018. "Jadi ini mekanisme normal, karena Pak Gatot akan pensiun," kata dia.

Menurut Jokowi, Hadi tetap harus melalui mekanisme fit and proper test di DPR sebelum bisa dinyatakan menjadi pengganti Gatot.

Sebelumnya, banyak pihaknya mengira penetapan Hadi merupakan langkah Presiden Joko Widodo untuk mempercepat pensiun Gatot. Apalagi, di dalam surat yang diantar ke DPR, berdasarkan info yang didapat Tempo, juga menuliskan pemberhentian secara terhormat untuk Gatot.

"Mekanisme itu (pengajuan nama ke DPR) yang kami ikuti. Kami mengajukan Hadi, KASAU TNI, sebagai Panglima TNI ke DPR untuk mendapatkan persetujuan," ujar Presiden Jokowi mengakhiri.

Hadi sendiri bukan orang asing bagi Presiden Joko Widodo. Hadi Tjahjanto pernah menjadi komandan Pangkalan TNI AU Adi Sumarmo, Solo, saat Jokowi menjadi wali kota Solo. Dalam perjalanan waktu, Jokowi menjadi presiden dan Tjahjanto menjadi sekretaris militer dengan pangkat marsekal madya TNI (bintang tiga).

Hadi Tjahjanto yang berlatar pilot pesawat terbang transport TNI AU (Skuadron Udara 4 TNI AU) pernah menjadi komandan Satuan Udara Pertanian Komando Operasi TNI AU I (satuan ini di bawah skuadron udara) dan kepala Dinas Penerangan TNI AU. Akan tetapi dia tidak pernah menjadi panglima Komando Operasi TNI AU, atau asisten kepala staf TNI AU, dua posisi yang biasanya menjadi runtutan karir seorang kepala staf TNI AU.

Secara normatif, semua kepala staf matra TNI memiliki peluang untuk ditunjuk, dilantik, dan diambil sumpahnya sebagai panglima TNI.

Pada awal-awal reformasi, pernah diwacananakan pergantian kepemimpinan pucuk pimpinan TNI secara bergantian di antara ketiga kepala staf (TNI AD, TNI AL, dan TNI AU). Akan tetapi, hal itu tidak berjalan karena dinamika di dalam negeri yang berkembang, selain karena penentuan Panglima TNI merupakan prerogatif presiden.



Komentar Anda



Berita Terkait