Elektabilitas Parpol Pendukung Jokowi Disebut Stagnan

 

Sekjen Partai Golkar Idrus Marham.


SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Sekertaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham memutuskan pada Pilpres 2019 akan mendukung Joko Widodo.

Tentang hasil survey Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menyatakan bahwa elektabilitas parpol pendukung Jokowi cenderung stagnan, kecuali PDI Perjuangan. Sebab Jokowi merupakan kader PDI-P.

Dukungan terhadap Jokowi hingga Pilpres 2019, menurut Idrus, sudah tak lagi menjadi pembahasan partai. Hal yang dibahas adalah langkah-langkah untuk memastikan dukungan Golkar untuk Jokowi di 2019 nanti memberikan nilai tambah bagi mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

"Itulah sebabnya kami targetkan bahwa Jokowi minimal menang 65 persen," ucap dia.

Idrus juga tak mengkhawatirkan hasil survei elektabilitas partai oleh SMRC tersebut. Meski mengalami penurunan, kata dia, namun posisi Golkar tetap berada di nomor dua di bawah PDI-P dan semua partai mengalami penurunan.

Meski begitu, Golkar tetap akan mempelajari penurunan tersebut. Salah satunya adalah dengan melakukan survei internal partai untuk mempelajari dasar penurunan elektabilitas itu.

Hasil survei SMRC menunjukkan elektabilitas PDI Perjuangan unggul jauh dari parpol lainnya yakni 27, 1 persen. Disusul Golkar dengan 11,4 persen, Gerindra 10,2 persen, dan Demokrat 6,9 persen, Partai Kebangkitan Bangsa 5,5 persen.

Berdasarkan tren pilihan parpol secara semi terbuka, hasil surveinya juga sama. Survei ini menunjukkan, jika dibandingkan Pemilu 2014, semua parpol pendukung Jokowi kecuali PDI Perjuangan elektabilitasnya cenderung stagnan.

"Misal Golkar dapat 14 persen, sekarang pada posisi 11,4 persen. Tapi PDI Perjuangan satu-satunya parpol yang kecenderungan suaranya menguat dan terlihat di trennya," kata Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan.

Djayadi berasumsi, hal itu terjadi karena parpol utama pendukung Jokowi adalah PDI Perjuangan. Alhasil hanya partai ini yang terkatrol karena efek Jokowi.



Komentar Anda