Pilgub Belum Digelar, Kok Sudah Ricu !

 

Suasanna Memanas Saat Penurunan Banner Dari Salah Satu Paslon saat Masa Tenang.


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemilihan Gubernur (Pilgub ) yang akan digelar pada 27 Juni 2018, namun suasana ricuh mewarnai jalannya simulasi seperti halnya menurunkan banner di masa tenang lantaran massa salah satu pendukung tetap ngeyel memasang banner salah satu Paslon, pemilihan ganda yang terditeksi, pencoblos tang tekat tetap ngeyel, penghadangan surat suara oleh beberapa pendukung dan tidak terima tas penghitungan suara dengan melakukan aksi demo. Semua itu nampak pada simulasi yang digelar oleh Polres Malang. Kamis ( 8/02) di Halaman Mapolres Malang.

Tujuan digelarnya simulasi tak lain merupakan untuk menciptakan suasana yang kondusif serta pengamanan Pilgub mendatang. Seperti yang diungkapkan Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung," Semua segmen untuk pengamanan sudah kami lakukan. Selain itu semua unsur juga kami libatkan seperti Linmas, tokoh masyarakat, dan TNI. Semua itu untuk mewujudkan Pilgub yang aman di Kabupaten Malang dari 3400 TPS. Jadi kita melakukan persiapan sekenario terburuk. Sehingga kita mempunyai tahapan tindakan yang tepat," ungkapnya.

Selain itu Yade Setiawan Ujung juga menjelaskan bahwa dari 3400 TPS, ada 10 titik yang rawan yang menjadi perhatian khusus," Tingkat kerawanan bukan dari konflik yang akan terjadi, tetapi dalam segi geografis. Yang mana letaknya sangat sulit dijangkau, seperti yang ada di Poncokusumo," ujarnya.

Dalam simuliasi itu nampak ratusan anggota Kepolisian, Linmas, Masyarakat dan TNI. azm



Komentar Anda



Berita Terkait