SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Pertarungan politik antara Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak dengan Saifullah Yusuf – Puti Guntur, belum terlihat mencolok. Jelang penetapan pasangan calon gubernur (Cagub) dan calon wakil gubernur (Cawagub) 12 Februari 2018, dua pasangan ini masih sibuk menggalang dukungan ke berbagai daerah. Hanya saja, turunnya Ketua Umum (Ketum) parpol seperti Megawati Soekarnoputri (PDIP) dan Zulkifli Hasan (PAN) ke Jatim, membuat waspada dua pihak yang bertarung di Pilgub Jatim 27 Juni 2018. Lantas, seberapa kuat mereka?
--------------
Laporan : Ibnu F Wibowo-Riko Abdiono, Editor : Ali Mahfud
--------------

Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak dinilai mempunyai semangat lebih untuk mengakhiri kegagalan di dua periode pemilihan sebelumnya. Khofifah yang pernah maju di dua Pilgub 2008 dan 2013, selalu kalah dengan pasangan Soekarwo- Syaifullah Yusuf. Pertarungan ketiga Khofifah dinilai akan berjuang secara total (all out)

Ketum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan yakin Khofifah - Emil Dardak akan meraih suara terbanyak, meski menang tipis pada pemilihan 27 Juni mendatang. Keyakinan Zulhas, sapaan akrabnya, usai Deklarasi Tekad Kemenangan se-Dapil Jawa Timur di GOR Bojonegoro, Rabu (7/2/2018). Deklarasi diikuti kader dan simpatisan PAN dari berbagai wilayah di Jawa Timur.

Sejak Senin (5/2) lalu, Zulhas melakukan safari dan konsolidasi di beberapa daerah. "Saya terus konsolidasi seluruh Jawa Timur dibagi 6 titik, beberapa kabupaten dikumpulkan satu titik, apel siaga pengurus wilayah, pengurus kab kota, dan pengurus desa," tuturnya.

Dari enam titik itu, lebih kurang kader 15 ribu orang hadir. Dalam rangka untuk bekerja keras, ikhtiar dan terus menyampaikan program gagasan konsep yang diusung oleh gubernur/wakil gubernur yang dicalonkan oleh PAN, yaitu Khofifah dan Emil Dardak. Dia optimistis, pasangan yang diusung PAN bersama Partai Demokrat, Golkar, Hanura, PPP dan Nasdem ini akan menang. "Karena persaingan dua kandidat gubernur sangat ketat, unggulnya 3-5 persen," prediksi Ketua MPR ini.

Faktor X
Partai Nasdem juga melakukan konsolidasi. Terutama, dari struktural partai.
"Konsolidasi kepada seluruh kader Partai Nasdem di daerah pun akan terus dilakukan. Beberapa waktu yang lalu misalnya, para kader di Jawa Timur sudah kami kumpulkan di Pujon, Malang. Di situ juga kandidatnya juga kita undang," ujar Muzammil. Wakil Ketua Bidang Bappilu DPW Partai Nasdem Jatim, kepada Surabaya Pagi, kemarin.

"Penguatan dari struktural juga terus dilakukan. Kemarin juga kami melakukan penguatan untuk KSN (Komite Saksi Nasdem). Jadi sudah siap semua kita," tambahnya.

Menurut Muzammil, keberadaan komite saksi akan menjadi signifikan bagi kemenangan pasangan Khofifah-Emil. "Pilkada ini tidak lepas dari faktor X. Untuk yang faktor X tersebut, Nasdem sendiri telah membentuk Komite Saksi di tiap-tiap TPS. Itu agar mengawal suara dan menghambat agar faktor X tidak terjadi," jelasnya.

Selain itu, Ketua Fraksi Nasdem-Hanura di DPRD Jatim itu juga menegaskan bahwa Nasdem sudah sangat solid untuk mengawal kemenangan Khofifah-Emil di Pulau Madura. Berdasarkan sejarah, wilayah tersebut menjadi titik lemah bagi Khofifah pada dua Pilgub sebelumnya. "Insya Allah, Kyai dan Klebun sudah aman," tandasnya.

Gandeng Pakar
Tokoh senior NU Khoirul Anam punya hitung-hitungan menarik yang memprediksi Khofifah-Emil Dardak akan menang. Pria yang akrab disapa Cak Ana mini memprediksi pasangan ini mampu mengantongi lebih 15 juta suara. "Khofifah memiliki 5 juta pendukung loyal di Jawa Timur. Suara 5 juta itu sangat besar. Bahkan melebihi suara partai. Rata-rata pendukungnya dari kalangan Muslimat,” katanya.

"Angka tersebut, diperoleh berdasarkan hitungan bahwa sebelum menjadi Menteri Sosial, Khofifah telah memiliki sebanyak 4 juta pendukung. Jumlah itu bertambah 1 juta setelah ia menjabat sebagai Menteri di pemerintahan Jokowi. Ini karena Bu Khofifah berhasil mengurangi jumlah kemiskinan di Jawa Timur. Lalu, dari parpol pendukung, Khofifah-Emil mendapat tambahan suara 8 juta. Itu kalau dilihat dari Pileg 2014. Jadi kalau dijumlah semuanya, total suara Khofifah-Emil adalah 15 juta. Ini sangat cukup untuk memenangkan Pilgub 2018. Karena suara yang akan diperebutkan nanti sebanyak 23 juta,” tandas Cak Anam.