Puan Maharani, Bhineka Tunggal Ika Bukan Sekedar Slogan

Semarak Penutupan Kirab Pemuda

 

Menteri Puan Maharani memberi sambutan di halaman pendopo Kabupaten Blitar di Kanigoro dalam rangka penutupan Kirab Pemuda, Kamis (7/12/2017). (SP/LESTARI)


SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Menteri Puan Maharani memberi sambutan, Kamis (7/12/2017) di halaman pendopo Kabupaten Blitar di Kanigoro dalam rangka penutupan Kirab Pemuda.

Kirab Pemuda diikuti oleh sejumlah 73 orang, yang selama tiga bulan berkeliling di Nusantara. Puncaknya, pada hari Kamis ini diakhiri di dengan penutupan di Blitar.

Dalam kirab tersebut, setiap peserta melakukan ikrar Kebangsaan Pemuda untuk NKRI, Napak Tilas Kebhinekaan, Pawai Seni dan Buaya ketika melewati suatu daerah.

Ia mengungkapkan rasa harunya dapat menyaksikan semangat pemuda dari berbagai daerah yang berbeda, yang menunjukkan semangat Bhineka Tunggal Ika.

“Tidak ada perasaan selain haru dan bangga, menyaksikan di hadapan saya  berdiri dengan gagah 73 para pemuda terbaik yang telah melintasi lebih dari 100 Kabupaten/Kota, yang juga singgah di 34 provinsi di negeri tercinta ini, jadi mereka merupakan saksi mata betapa Indonesia  adalah bangsa yang luar biasa, melimpah kekayaan, dan bisa merasakan bagaimana luar biasanya keberagaman, sehingga melihat dengan mata kepala sendiri, bahwa Bhineka Tunggal Ika adalah kenyataan, bukan sekedar Slogan”, ungkap Puan.

Penutupan tersebut juga dihadiri oleh beberapa tokoh, diantaranya Menpora Imam Nachrowi, Mentei LH dan Kehutanan Siti Nurbaya, Sesmenko Pol Hulam Majend TNI. Yudhi Swastono, serta Kabaharkam Komjen Drs. Mueghiato dan beberapa pewakilan menteri, termasuk Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Drs. Machfud Arifin SH, dan Gubenur Jawa Timur Sukarwo.

Dalam kesempatan yang sama Menpora  Imam Nachrowi juga mengatakan rasa bangganya atas tekad para peserta Kirab Pemuda yang berhasil mengelilingi nusantara hingga 72 hari lamanya, dari dari Ujung Nusantara, Mianggas Sulawesi Utara sampai Selatan, P. Rote Ndao NTT yang berakhir di Blitar.

“Sejak 26 September lalu, saya melepas peserta  dari P. Rote sampai Pulau yang terdekat dengan Australia. Mereka bukan hanya peserta Kirab Pemuda semata, lebih dari itu mereka adalah saksi mata, karena ini merupakan pangeja wantahan simbolik atas visi Nawa Cita Bapak Presiden kita Bapak Jokowi,” ujar Menpora.

Penutupan berjalan dengan sangat meriah karena disaksikan ribuan siswa/siswi pelajar, seluruh perangkat desa, ratusan elemen organisasi kepemudaan, serta tarian dari Daerah NTT yang di sajikan oleh prajurit prjurit Muda TNI/ Polisi. Pembacaan kitab suci dari peserta dengan berbagai agama berhasil mendapatkan penghargaan dari MURI. les



Komentar Anda



Berita Terkait