R Mohammad Atok, Kepala Laboratorium Statistika Ekonomi, Finansial dan Aktuaria. (SP/IFW)

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Untuk menjawab tingginya kebutuhan tenaga aktuaris di Indonesia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya membuka departemen baru yang bernama Aktuaria. Hal ini mengingat masih minimnya sumber daya manusia (SDM) di bidang aktuaris yang ada di Indonesia, dikarenakan belum banyaknya institusi pendidikan yang membuka bidang pendidikan aktuaria.

Pembentukan departemen Aktuaria ini juga sesuai dengan instruksi Menteri Pendidikan Nasional RI pada tahun 2012. Dengan persiapan yang matang, terhitung mulai tahun 2018 ini ITS resmi membuka Departemen Aktuaria.

“Pendirian departemen aktuaria di ITS ini untuk membantu pemenuhan kebutuhan tenaga aktuaria yang masih sangat jarang di Indonesia,” tutur R Mohammad Atok, Kepala Laboratorium Statistika Ekonomi, Finansial dan Aktuaria.

Menurut dosen Departemen Statistika ITS ini, semakin banyaknya perusahaan dan pusat bisnis yang berkembang di Indonesia, membuat kebutuhan akan tenaga profesional yang mampu mengaplikasikan ilmu keuangan dan teori statistika di dunia bisnis kian meningkat. “Di sisi lain, meningkatnya kebutuhan tersebut tidak didukung oleh jumlah sumber daya manusia yang memadai,” ujar pria yang biasa disapa Atok ini.

Mengingat tidak ada satupun perguruan tinggi negeri di Indonesia yang memiliki progam studi atau departemen yang sesuai dengan bidang tersebut, pada tahun 2012 Menteri Pendidikan Nasional saat itu menginstruksikan pada lima perguruan tinggi negeri favorit di Indonesia untuk mendirikan departemen aktuaria. “Kelima perguruan tinggi itu ITB, IPB, UGM, ITS dan satu lagi UI. Namun tahun 2016 lalu baru IPB yang sudah membuka (departemen) aktuaria,” jelas Atok yang dipercaya untuk membantu pendirian departemen aktuaria di ITS ini.

Dikatakan Atok, ITS sendiri memerlukan waktu selama dua tahun untuk menyiapkan berdirinya departemen aktuaria ini. Dengan suatu progam untuk mendukung berdirinya progam studi Aktuaria dengan cara memberikan pembekalan pada para dosen statistika. Para dosen tersebut disiapkan untuk mengajar ilmu aktuaria nantinya. Selain itu, untuk menyukseskan progam studi baru ini, ITS juga bekerjasama dengan Universitas Waterloo di Kanada. Di UI pun, departemen aktuaria ini juga resmi didirikan tahun 2018 ini.

Pria berkacamata ini menjelaskan bahwa 70 persen ilmu aktuaria juga dipelajari di statistika. Yang membedakannya hanyalah bahwa ilmu aktuaria selain membahas suatu peluang, juga menghitung risikonya.

Untuk itu, Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana telah membentuk suatu tim untuk mempersiapkan dan menangani bidang tersebut. “Statistika, manajemen bisnis dan matematika itu ilmu yang saling bekerjasam untuk membangun aktuaria,” ungkapnya.

Pada tahun 2018 ini, diharapkan departemen aktuaria ITS sudah bisa membuka pendaftaran melalui jalur SNMPTN, SBMPTN dan pendaftaran Program Kemitraan dan Mandiri (PKM). Ditargetkan total mahasiswa yang akan diterima dari ketiga jalur tersebut sebanyak 60 mahasiswa.

Ke depannya, setelah dibukanya departemen Aktuaria ini diharapkan juga akan memberi manfaat besar serta mampu memenuhi tingginya permintaan tenaga aktuaris di pasar bisnis Indonesia. Karena selama ini, pemenuhan tenaga aktuaris di Indonesia masih banyak diisi dari luar. “Semoga Aktuaria ITS ini mampu berkontribusi besar dan mampu menyediakan tenaga profesional yang kompeten untuk Indonesia,” pungkasnya.ifw