Kamren Ahmad (enam dari kiri) saat sesi foto bersama dengan anggota UKM Tapak Suci Universitas Airlangga. Foto : SP/IBNU.

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebanyak 17 anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tapak Suci Universitas Airlangga menggelar latihan rutin yang tidak biasa, kemarin. Meski jadwal kampus berada pada jeda semester, bukan berarti latihan rutin untuk pembentukan karakter dan prestasi melalui pencak silat libur.

Minggu ini UKM Tapak Suci Unair kedatangan seorang tamu dari Australia yang bernama Kamren Ahmad. Lelaki 20 tahun itu lahir di Kota Perth, Australia, dengan Ayah seorang Pakistan dan Ibu keturunan Iran.

Kamren, sapaannya, berlibur di Indonesia, tepatnya di Surabaya, selama hampir seminggu. Dia bersama temannya berlibur sebelum melanjutkan program culture exchange ke Kamboja. Kamren kuliah di jurusan keperawatan.

Menariknya, UKM Tapak Suci Unair terbersit dalam pikiran Kamren. Nama itu muncul berawal dari searching di internet, Facebook, hingga akhirnya ditemukan UKM Tapak Suci Unair.

Bagi dia, Tapak Suci adalah sesuatu hal yang begitu menarik dalam hidupnya. Sebab, Tapak Suci merupakan salah satu aliran pencak silat yang tidak hanya berfokus pada pertahanan diri, melainkan juga punya filosofi hidup hingga dakwah untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah.

Suatu saat, Kamren berniat membentuk komunitas Tapak Suci di Australia karena sebelumnya belum ada. Hingga akhirnya, dia rela belajar di UKM Tapak Suci Unair. Itu adalah salah satu fakta atau bukti bahwa selain menjadi lumbung prestasi, keberadaan UKM turut memperkenalkan Unair ke kancah dunia.

Beberapa kali Kamren datang di student center. Sambutan hangat senantiasa diberikan oleh pengurus UKM Tapak Suci Unair. Hingga pada latihan terakhirnya di Indonesia, Kamren menyempatkan diri ikut serta.

”Menjadi pengalaman yang luar biasa bagi kami. Sebab, selain bisa mengasah skill berbahasa Inggris untuk menyongsong World Class University, kami merasakan betapa susahnya memberikan instruksi teknik, jurus, hingga gerakan dalam bahasa Inggris,” ungkap salah seorang anggota UKM Tapak Suci Unair.

“Untung, di antara kami, ada yang berasal dari jurusan hubungan internasional (HI) sehingga kami mudah memberikan instruksi,” imbuhnya.

Pada akhir latihan, Kamren menyampaikan kesan dan pesan selama mengikuti latihan. Dia begitu kagum dengan kemegahan serta kebesaran Unair. Termasuk semangat para anggota UKM Tapak Suci yang senantiasa latihan meski masa liburan.

”Terima kasih dan ini sangat luar biasa,” ujar Kamren.

"Suatu saat kalau ada waktu, saya ingin kembali ke Universitas Airlangga untuk belajar Tapak Suci,” imbuhnya. ifw