Tes di PTS Setara dengan Tes SBMPTN

 

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Wakil Rektor Universitas Surabaya (Ubaya), Nemuel Daniel mengungkapkan untuk jurusan kedokteran yang dibuka pada tahun ketiga ini merupakan satu-satunya jurusan yang hanya dibuka melalui jalur tes.

Mahalnya pendidikan kedokteran tidak sebanding dengan tes masuknya jurusan ini.

Pasalnya, perguruan tinggi swasta (PTS) yang memiliki jurusan pendidikan kedokteran akan menerapkan tes kualitasnya setingkat dengan soal pada Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN).

Beberapa tes yang harus diikuti mulai dari tes Bahasa Inggris, tes kemampuan akademik, tes kesehatan, tes psikologi, dan wawancara.

" Wawancara ini bukan masalah keuangan, tetapi lebih pada minat dan dukungan orang tua. Jangan sampai anaknya ingin sekolah lain tapi orangtuanya yang memaksa,” urainya.

Pihaknya juga membentuk tim sendiri untuk menyusun soal tes agar standar kualitasnya peserta soal dalam SBMPTN. Ia menjelaskan tes akademik merupakan bagian yang membuat banyak pendaftar gagal.

Apalagi sebagai calon dokter harus memiliki kemampuan berpikir dan bernalar bukan hanya menghafal. Misalkan tes logika dan bahasa Inggrisnya serta kemampuan sains yang bagus. Bukan hanya biologi, di sana ada fisika, kimia dan matematika.

"Kami membuka beberapa gelombang pendaftaran. Gelombang pertama sudah diadakan tes dan hanya 9 anak yang memenuhi nilai tesnya,” urainya.

Peserta yang lolos dalam seleksi harus segera melakukan daftar ulang dan uang gedung sebesar Rp 300 juta untuk komitmennya sebagai mahasiswa Ubaya.

Demikian pula untuk peserta gelombang kedua yang akan ditutup pendaftarannya pada 26 Januari 2018 dan dimulai tes pada 28 Januari 2018.

Hal ini dilakukan karena terbatasnya kuota FK dan PTS juga harus bersaing dengan PTN, sehingga PTS harus memastikan kuota benar-benar dipenuhi pada setiap peserta yang lolos tes sebelum membuka gelombang pendaftaran baru.

"Tes yang pertama dilakukan Oktober, tes kedua Januari, tes ketiga sekitar Maret dan biasanya setelah tes ketiga ini pendaftarannya semakin meningkat karena selesai Ujian Nasioal. Apalagi jika tes yang kami buka selesai pengumuman jalur SNMPTN atau SBMPTN peminatnya akan meningkat,” lanjutnya.

Kepala Lembaga Informasi dan Penerimaan Mahasiswa Baru (LIPMB) Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Radius Setiawan mengungkapkan pihaknya membentuk tim internal untuk membuat soal tes FK.

Tesnya meliputi tes Bahasa Inggris, Tes Bahasa Indonesia dan tes Akademik dengan standar soal SBMPTN.

"Kami ada 3 gelombang, tapi untuk gelombang 2 dan 3 kami adakan 2 kali tes karena banyaknya pendaftar,” ujarnya.

Tingkat kesulitan tes ini terlihat dari rata-rata pendaftar setiap gelombang yang mencapai 100 pendaftar hanya sekitar 15 orang yang nilainya memenuhi syarat masuk FK. sr



Komentar Anda



Berita Terkait