Dokter Muda UNAIR Raih Sukses Lewat Ribuan Followers

 

Ricky Indra Alfaray. Foto: SP/IBNU.


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Berangkat dari sosial media, Ricky Indra Alfaray mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga mendadak jadi selebgram, berkat 11 ribu pengikut di akun Instagram-nya. Di sela-sela kesibukan sebagai dokter muda FK UNAIR - RSUD Dr. Soetomo, Ricky aktif mengisi berbagai acara start campus di sekolah-sekolah SMA maupun institusi pendidikan di Surabaya hingga luar kota.

Kesibukannya kian bertambah untuk meladeni tawaran meng-endorse berbagai macam produk dari para pengikut, seperti pakaian, makanan, hingga sepatu. Jauh sebelum namanya populer, Ricky adalah mahasiswa kedokteran yang cukup aktif berorganisasi serta berulang kali berkesempatan untuk mempresentasikan karya ilmiah di berbagai acara di luar negeri.

Cerita bermula ketika Ricky berhasil meraih satu dari empat penghargaan dalam acara ASEAN University Network (AUN), yang dihelat di Thailand pada November 2016 lalu. Momen kemenangan itu kemudian ia unggah ke akun Instagram-nya (@rickyalfaray). Tak disangka, foto tersebut di-repost oleh akun (@masukkampus) yang diikuti ribuan followers di Instagram.

Sejak nama dan profilnya sebagai mahasiswa FK UNAIR terpajang di akun Intagram @masukkampus, seketika itu jumlah follower di Instagram Ricky terus meroket. “Sebelum di-repost, jumlah followers saya masih 1200. Setelah ditunjuk jadi Duta UNAIR nambah lagi sekitar seribu. Setelah di repost @masukkampus langsung bertambah jadi 6000 followers,” ungkapnya.

Setiap kali menjadi pembicara di berbagai acara start kampus di berbagai SMA di luar kota, jumlah pengikut terus bertambah sekitar seribu. Kini, jumlah followers di Instagramnya mencapai 11,3 ribu. Ricky merasa perolehan jutaan pengikut dalam waktu singkat adalah rezeki yang tak pernah ia duga sebelumnya.

“Para followers inilah yang menjadi perantara rezeki buat saya,” ungkapnya.

Mengenalkan FK UNAIR dan RSUD Dr. Soetomo
Di akun Instagram, pecinta anime ini sering mengunggah foto-foto aktivitasnya sebagai dokter muda di rumah sakit RSUD Dr. Soetomo serta kegiatan dan berbagai acara lomba di FK UNAIR. “Setiap kali unggah foto, selalu saya sertakan lokasi rumah sakit dan kampus, agar followers semakin kenal dengan FK UNAIR dan RSUD Dr. Soetomo,” ungkapnya.

Ricky tergerak mempromosikan FK UNAIR karena merasa akhir-akhir ini peminatnya agak menurun. Ricky ingin agar para pelajar di luar sana tertarik dengan dunia kedokteran. Dengan menghadirkan media yang lebih terbuka dan interaktif, sehingga tak ada batas bagi siapapun untuk mengenal dan menggali informasi sebanyak-banyaknya tentang FK UNAIR.

Berkat ribuan pengikut, kini Ricky punya penghasilan sendiri. Selain bisa menambah uang jajan, Ricky kerap mentransfer uang untuk orang tuanya.
“Meskipun nominalnya nggak seberapa, tapi puas gitu akhirnya bisa bantu orang tua,” ungkapnya.

Ricky juga memanfaatkan kesempatan ini untuk mempromosikan FK UNAIR kepada para pengikut yang mayoritas adalah pelajar SMA dan mahasiswa baru dari berbagai wilayah Jawa Timur dan Jakarta.

Promosi juga disisipkan setiap kali Ricky berinteraksi dengan para pengikutnya lewat intagram live. Dalam kesempatan itu, Ricky berupaya meladeni pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan kepadanya.
“Ada yang serius nanya soal kegiatan kuliah di FK UNAIR, cara mendapatkan beasiswa. Ada juga yang tanya nomor hape dan cuman iseng panggil-panggil,” ungkapnya.

Ketampanan pria asli Pare, Kediri ini juga menjadi daya pikat tersendiri. Ricky sempat kesulitan menghindari antusiasme sebagian pengikutnya yang terkesan agresif. Misalnya ketika Ricky berulang tahun, banyak di antara pengikut yang mengirim video ucapan, kirim lagu, dan tulisan bergambar melalui email sebagai bentuk perhatian.

“Pernah ada yang sampai nekad minta ketemuan. Datang berbondong-bondong nyari-nyari saya ke rumah sakit, cuman buat foto bareng. Duh, saya sempat malu karena setiap dokter di sana ditanyain, ‘Kenal dr Ricky nggak?’,” ungkapnya.

Ricky menyadari semua itu sudah konsekuensi, yang terpenting adalah menyikapi segala sesuatu dengan bijaksana. Peraih poin Sistem Kredit Prestasi (SKP) terbaik ke-3 se-FK UNAIR ini merasa bahwa promosi melalui sosial media lebih efektif.

“Promosi FK UNAIR dengan cara seperti ini sebenarnya cukup efektif. Terbukti, banyak mahasiswa baru FK UNAIR 2017 yang akhirnya memilih kuliah di FK UNAIR ketika sebelumnya jadi followers saya di Instagram,” ungkapnya.

Mahasiswa prodi S-1 Pendidikan Dokter angkatan tahun 2012 ini selalu memasang target. Berapa like dan comment yang harus dijangkau setiap kali mengunggah foto atau video di akun pribadinya.

“Komentar minimal seratus, yang nge-like minimal dua ribu, dan followers nambah minimal dua ratus,” ungkapnya.

Ricky punya strategi. Untuk urusan memposting foto, ia menekankan pentingnya memperhatikan feed Instagram. Foto profil dan tulisan profil harus menarik dan informatif, agar pengunjung tertarik.

“Usahakan agar foto yang diunggah dapat di-repost oleh akun-akun Instagram yang sudah memiliki jumlah followers lebih banyak,” ungkapnya.

Ricky juga mengingatkan untuk mengunggah foto di jam-jam yang tepat dimana kebanyakan remaja bersantai menghabiskan waktu untuk stalking.

“Karena followers saya kebanyakan pelajar SMA, maka saya lebih sering unggah foto ketika jam pulang sekolah, atau mendekati waktu istirahat,” ungkapnya.

Sementara di akhir pekan, Ricky lebih sering mengunggah fotonya di pagi hari. “Kebiasaan orang sekarang kan, ketika baru bangun tidur yang dicari pertama kali hapenya. Kecenderungan remaja sekarang juga begitu. Mereka langsung stalking ketika baru bangun tidur, ketika sedang makan, bahkan sambil ngobrol,” ujarnya. ifw



Komentar Anda



Berita Terkait