Simulasi pengaman pelatihan Sispamkota di lapangan Kodam V Brawijaya (14/02) (SP/ANTOK)

SURABAYAPAGI, Surabaya - Lapangan upacara Kodam V Brawijaya pecah. Terdengar ledakan bom serta raungan sirine polisi bersautan sepertinya sedang memburu pelaku.

Situasi semakin mencekam, dimana pelaku berhasil menculik salah satu pasangan calon gubernur. Dengan menggunakan mobil Alya warna putih digaris orange, komplotan membawa calon gubernur ke sebuah rumah.

Tak lama dari kejauhan tim Brimob terdiri dari unit Jibom langsung melakukan sterilisasi di sekitar gedung dan unit Gegana melakukan deteksi kimia, biologi, dan radioaktif dilokasi.

Kanit Jibom memerintahkan unit Jibom untuk melakukan penanganan benda yang diduga bom. Dengan menggunakan robot ICOR untuk mengamankan bom tersebut.

Sedangkan pelaku penculikan masuk ke sebuah gedung sambil mengeluarkan tembakan kearah petugas satlantas, sehingga petugas membuat parameter melakukan negosiasi dan melaporkan kepada Kapolrestabes.

Dari hasil pantauan CCTV dan laporan intelejen, diketahui kalau pelaku penculikan merupakan kelompok radikal yang anti dengan calon gubernur.

Kemudian Kapolda Jawa timur Irjen pol Machfud Arifin memerintahkan Kapolrestabes Surabaya Kombes pol. Rudi Setiawan, agar Kanit wanteror untuk melakukan pembebasan sandera setelah dilaksanakan penetrasi akhirnya pelaku penyanderaan berhasil dilumpuhkan dan sandera berhasil dibawa dengan selamat.

Kejadian diatas merupakan kekrlumit persiapan pengamanan calon gubernur dan wakil mulai dari pengiriman logistik pemilukada hingga Sispamkota.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan pengamanan hingga ke desa desa yakni tiga pilar Bhabinkamtibmas, Babinsa dan kepala desa sudah siap dan disini tadi penampilan adegan paling beresiko tinggi telah ditampilkan dan semuanya aman. Tapi yang lebih penting kompaknya pemerintahan di Jawa Timur, TNI dan Polri, termasuk tokoh agama terlihat kompak." Penampilan agedan tadi puas, tapi lebih puas lagi, jika tampilan nanti di lapangan terlihat kompak,"ujar pak Dhe.

Untuk menjaga kenetralan aparatur negara, gubernur membuat surat edaran ke kabupaten dan kota di Jawa timur, dilarang menerima hibah ataupun bansos serta foto Selfi pasangan calon gubernur. " Kita larang menerima bansos atau hibah serta foto Selfi, untuk menjaga kenetralan," paparnya.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin latihan simulasi ini jangan under estimate dan harus latihan terus. Makanya, untuk menjaga itu kita harapkan masyarakat Jawa timur bisa rukun dan damai. Dan jika nanti saat mainnya ada hal yang terjelek kita sudah siap. Tahap yang paling krusial kata jendral bintang dua ini, saat pencoblosan dimana mau coblos nggak boleh, ngamuk di TPS, termasuk penghitungan. " Semua sudah kita antisipasi," imbuhnya. Perlu kedewasaan sekarang, dan sekarang ini jamannya now, demokratis dan masyarakat harus paham itu semua.nt