La Nyalla dan pendukungnya (SP/RIKO)

SURABAYAPAGI, Surabaya – Berbuat untuk bangsa dan Negara tidak melulu harus menjadi Gubernur Jatim. Semangat itu kemudian membuat para relawan pendukung La Nyalla M Mattalitti berharap tetap berkontribusi untuk Negara lewat jalur calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah Jawa Timur di pemilu 2019 nanti.

KH Mustofa Qutby Badri MA, atau yang akrab disapa Gus Mustofa Badri, selaku relawan pendukung LNM, sebutan untuk La Nyalla Mahmud Mattalitti mengatakan, Pengabdian untuk rakyat Jawa Timur tidak harus melalui partai politik atau menjadi kepala daerah. Tetapi menjadi wakil dari daerah juga bisa menjadi sarana untuk mengabdikan diri. “Senator atau anggota DPD layak diisi oleh orang-orang dengan kualitas dan totalitas seperti Pak LNM. Karena itu, kami, relawan LNM se-Jatim mendorong beliau untuk maju. Dan kami semua siap mendukung,” tandas Gus Mus di Surabaya, Kamis (14/2/2018).

Dikatakan Gus Mus, karena senator harus non-partisan, maka sudah seharusnya La Nyalla mengundurkan diri dari anggota partai politik. Seperti diketahui La Nyalla masih tercatat sebagai kader dan memiliki KTA Partai Gerindra. “Harus mundur. Lagipula kemarin kami semua, relawan LNM kecewa dengan Gerindra yang tidak memberikan rekomendasi ke Pak LNM. Jadi menurut saya segera saja Pak LNM mengajukan surat pengunduran diri,” papar pengasuh Ponpes Al Munawariyah Bululawang, Malang itu.

Seperti diketahui, UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu menyertakan sejumlah aturan teknis pemilu termasuk persyaratan dukungan minimal 5000 ribu KTP bagi calon anggota DPD RI pada pemilu 2019 mendatang. Dukungan pemilih yang dibuktikan dengan daftar dukungan yang dibubuhi tanda tangan atau cap jempol jari tangan dan dilengkapi fotokopi kartu tanda penduduk setiap pendukung. Seorang pendukung tidak boleh memberikan dukungan kepada lebih dari satu orang calon anggota DPD serta melakukan perbuatan curang untuk menyesatkan seseorang dengan memaksa. Pendaftaran calon anggota DPD akan mulai dibuka pada Maret 2018 mendatang. rko