Kader Muda PKB Jatim menggelar aksi keprihatinan di Gereja Hati Kudus, Jl Dr Soetomo, Surabaya. Foto : SP/RIKO.

SURABAYAPAGI, Surabaya – Kader-kader muda Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang tergabung dalam Garda Bangsa dan Gemasaba mengutuk keras aksi penyerangan terhadap tokoh-tokoh agama dan penyerangan tempat peribadatan. Termasuk, penyerangan terhadap jamaah dan pastor Gereja di Gereja Santa Lidwina, Bedog, Sleman, DI Yogjakarta, Minggu (11/2).

“Tindakan kekerasan terhadap agama manapun, tidak dibenarkan dengan alasan apapun,” tegas Fauzan Fuadi, koordinator aksi, Senin (12/2) saat menggelar aksi keprihatinan di Gereja Katolik Hati Kudus, Jl Dr Soetomo, Surabaya.

Menurut Fauzan, tindakan penyerangan di gereja itu sangat mencederai dan melukai semangat kebhinekaan bangsa Indonesia dan semangat persatuan dan kesatuan yang dijunjung sebagai bangsa yang beradab. Agama, suku, ras dan budaya menjadi simpul kebhinnekaan bangsa Indonesia yang memiliki nilai sangat tinggi.

“Kebhinnekaan bangsa Indonesia ini yang membedakan dengan negara lain. Sehingga, penyerangan dan pengrusakan terhadap simpul-simpul kebhinnekaan tersebut menjadi salah satu kejahatan besar yang harus dilawan bersama-sama,” jelasnya.

Karena itu, PKB mendesak aparat kepolisian untuk bergerak cepat dan mengusut tuntas otak penyerangan terhadap tokoh agama tersebut. “Jika kondisi ini dibiarkan, dikhawatirkan dapat menimbulkan perpecahan kerukunan ditengah keberagaman masyarakat,” tandasnya. rko