Dukungan untuk Nyono Di Pilbup Jombang

 

Nyono Suharli ketika mengenakan rompi orange KPK. (Foto: Istimewa)


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur tegaskan tetap akan mendukung Bakal Calon Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko. Pria yang sebelumnya juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jatim tersebut saat ini tengah menjadi tersangka kasus korupsi.

Dukungan tersebut diungkapkan oleh Ketua DPW PKS Jatim Arif Hari Setiawan. Menurutnya, dukungan itu tetap diberikan karena saat ini belum ada keputusan inkracht dari penegak hukum.

"Mesin kita ndak lah (ke pasangan lain), ya tetap (dukung Nyono)," ungkapnya.

Lebih lanjut, Arif pun berharap bahwa pada kasus tersebut kelar ada putusan hukum yang tegas dan adil. Meskipun, dukungan dari PKS tetap akan diberikan dengan asas praduga tak bersalah.

Sebelumnya, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPW Nasdem Jatim Muzammil Syafii menghimbau agar Nasdem mengalihkan dukungan mereka untuk Pilbup Jombang. "Tapi, tentu saja itu semua bergantung kepada DPP. Tapi ya kalau menurut saya ya harus segera mengalihkan dukungan kepada calon yang lain," katanya kepada Surabayapagi.com, beberapa waktu yang lalu.

"Sebenarnya, kalau bisa itu ganti calon. Tapi kan nggak mungkin itu. Jadi ya yang tadi itu (mengalihkan dukungan)," tambah Muzammil.

Kepada siapa seharusnya dukungan tersebut dialihkan? Menurut pria yang juga Ketua Fraksi Nasdem-Hanura tersebut, akan lebih tepat apabila Nasdem memberikan dukungan mereka kepada Wabup Jombang Mundjidah yang juga akan maju sebagai Cabup pada Pilkada Serentak 2018 tersebut. "Karena itu agar sinkron dengan Pilgubnya. Kalau Bu Mundjidah kan dari PPP. Kita dengan PPP kan koalisi di Pilgub Jatim. Itu kalau menurut saya. Tapi semuanya tentu harus kembali lagi ke DPP," pungkas Muzammil.

Nyono Suharli sendiri saat ini telah mundur dari jabatan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jatim. Hal tersebut ia lakukan setelah terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK terkait dugaan kasus suap.

Pada kasus tersebut, Bupati Jombang non aktif itu diduga menerima uang suap dari PLT Kepala Dinas Kesehatan Jombang, Inna Silestyowati agar dapat diangkat menjadi kepala dinas definitif. Karena itu, Nyono menerima dua kali setoran dari Inna sebesar Rp 275 juta, dengan rincian Rp 200 juta diberi pada Desember 2017, dan Rp 75 juta pada 1 Februari 2018.ifw



Komentar Anda



Berita Terkait